KAB.CIREBON, (FC).- Pemerintah Desa Melaksari, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menggelar tradisi sedekah bumi, Sabtu (10/10).

Kegiatan yang melibatkan masyarakat dari lima dusun tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus upaya melestarikan warisan budaya leluhur.

Kuwu Melaksari, Sochibi, mengatakan rangkaian sedekah bumi diawali dengan ziarah makam leluhur atau makbaroh pada Jumat (9/10), dilanjutkan tahlil akbar dan doa bersama.

Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna penting bagi masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan kehidupan dari hasil pertanian.

“Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat, khususnya para petani, atas hasil bumi yang telah diberikan,” ujarnya.

Memasuki Sabtu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan grebeg hasil bumi yang diikuti warga dari lima dusun. Tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan, kerukunan, dan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang diperoleh.

Sochibi menegaskan, sedekah bumi bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat kebersamaan warga sekaligus menjaga tradisi yang telah diwariskan para leluhur,” katanya.

Untuk menambah kemeriahan, rangkaian sedekah bumi dijadwalkan ditutup pada Sabtu malam dengan pagelaran sandiwara Cirebonan.

Pertunjukan seni tradisional tersebut diharapkan menjadi hiburan bagi masyarakat sekaligus menjaga eksistensi kesenian lokal.

Sochibi berharap, tradisi sedekah bumi dapat terus dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Selain menjaga kelestarian budaya, kegiatan tersebut diharapkan membawa keberkahan, keselamatan, serta kesejahteraan bagi warga Desa Melaksari.

“Harapan kami, masyarakat selalu diberikan keselamatan, hasil bumi yang baik, dan kehidupan yang lebih sejahtera. Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan secara rutin dengan penyelenggaraan yang semakin baik,” pungkasnya. (Nawawi)