KAB.CIREBON, (FC).- Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar masyarakat Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Sabtu–Minggu (10–11/10). Selama dua hari, warga mengikuti sejumlah kegiatan, mulai dari ziarah makam leluhur, doa bersama, arak-arakan hasil bumi, hingga pagelaran seni sandiwara.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Losari Lor tersebut menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya warisan leluhur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

Sekretaris Desa Losari Lor, Abdurochman, mengatakan rangkaian acara diawali pada Sabtu sore dengan tahlil dan doa bersama yang dipimpin Kyai Lukman. Warga juga berziarah ke makam Ki Buyut Lokadi, Ki Buyut Panggang, serta makam para sesepuh desa lainnya.

Menurut Abdurochman, ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Ziarah dan doa bersama menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus upaya menjaga tradisi yang diwariskan turun-temurun,” ujarnya, Minggu (11/10).

Memasuki Minggu pagi, suasana perayaan semakin semarak dengan arak-arakan hasil bumi yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Aneka hasil pertanian yang diarak menjadi simbol rasa syukur warga atas rezeki dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.

Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah desa, lembaga desa, Karang Taruna, serta pengurus RT dan RW. Keterlibatan berbagai unsur itu menunjukkan semangat gotong royong masyarakat dalam menyukseskan tradisi tahunan tersebut.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi dan menjaga kebersamaan seluruh masyarakat Losari Lor,” kata Abdurochman.

Ketua Karang Taruna Desa Losari Lor, Sumarto, menambahkan panitia menyediakan sejumlah hadiah untuk menambah kemeriahan acara dan menarik antusiasme warga.

Hadiah yang disiapkan antara lain sepeda motor, kulkas, sepeda listrik, magic com, serta berbagai hadiah lainnya.

“Hadiah yang disediakan antara lain sepeda motor, kulkas, sepeda listrik, magic com, dan berbagai hadiah lainnya,” ungkap Sumarto.

Rangkaian Sedekah Bumi 2026 dijadwalkan ditutup dengan pagelaran seni sandiwara pada Minggu malam. Selain menjadi hiburan bagi masyarakat, pertunjukan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlangsungan kesenian tradisional agar tetap dikenal generasi muda.

Kuwu Losari Lor, H. Sutrisno, berharap Sedekah Bumi terus menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga identitas budaya masyarakat desa.

Ia menilai pelestarian tradisi perlu berjalan beriringan dengan semangat gotong royong dan pembangunan desa demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Semoga tradisi ini terus terjaga, silaturahmi semakin erat, dan masyarakat Losari Lor senantiasa hidup rukun, aman, serta sejahtera,” pungkasnya. (Nawawi)