KAB.CIREBON, (FC).- Tradisi Sedekah Bumi kembali digelar masyarakat dan petani Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Minggu (4/10).

Selain menjadi ungkapan syukur atas hasil pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi momentum menyampaikan harapan peningkatan kesejahteraan petani.

Raksa Bumi Desa Gebang Kulon, Kardi, mengatakan Sedekah Bumi tahun ini diawali doa bersama dan dilanjutkan sejumlah hiburan tradisional, seperti pagelaran wayang kulit dan sandiwara.

“Ini sudah tahun keenam kami melaksanakan Sedekah Bumi. Semoga para petani semakin kompak, rukun dan sejahtera,” kata Kardi.

Ia menyebutkan, lahan pertanian di Desa Gebang Kulon mencapai sekitar 164 hektare dengan jumlah petani sekitar 100 orang. Mayoritas lahan ditanami padi, sementara sektor tersebut juga menjadi sumber penghasilan bagi para buruh tani.

Namun, kata Kardi, keterbatasan pengairan membuat lahan pertanian saat ini baru dapat ditanami hingga Musim Tanam (MT) II.

“Kami berharap ke depan ada inovasi pengairan dan perbaikan fasilitas jalan pertanian,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan sarana pengairan dan infrastruktur pertanian diperlukan agar produktivitas lahan dapat ditingkatkan. Dengan dukungan tersebut, petani berharap lahan pertanian mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun.

Selain persoalan pengairan, kepastian harga gabah juga dinilai penting untuk menjaga pendapatan petani, terutama ketika hasil panen tidak maksimal.

“Kalau pengairan dan sarana pendukungnya lebih baik, kami berharap bisa sampai tiga kali tanam. Dengan harga gabah yang lebih terjamin, petani juga lebih terbantu,” pungkasnya. (Nawawi)