Razia Lapas Narkotika Cirebon, Petugas Sita Barang Terlarang Non-Narkoba
KAB.CIREBON, (FC).- Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon di Gintung, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, menggelar razia gabungan bersama sejumlah aparat penegak hukum dan instansi terkait, Rabu (23/9) malam.
Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak menemukan telepon genggam (HP), narkotika, maupun senjata tajam yang menjadi sasaran utama penggeledahan. Namun, sejumlah barang yang dinilai dapat mengganggu keamanan dan ketertiban tetap diamankan.
Barang yang disita di antaranya sendok, benda tajam berbahan logam, alat cukur, korek api gas, kartu remi, domino, sikat gigi, ikat pinggang, kabel, serta botol parfum berbahan kaca.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny, mengatakan razia dimulai pukul 20.15 WIB dan berlangsung sekitar satu jam dengan melibatkan petugas gabungan dari berbagai instansi.
“Kegiatan ini menyasar HP, narkoba maupun senjata tajam lainnya. Dalam operasi ini kami tidak menemukan barang-barang terlarang tersebut, namun tetap menyita sejumlah barang hasil penggeledahan yang berpotensi mengganggu keamanan,” ujar Machda.
Razia tersebut melibatkan jajaran Lapas Narkotika Cirebon, Badan Narkotika Nasional (BNN), Brimob Batalyon C Cirebon, Koramil, serta Polsek setempat.
Sebelum pelaksanaan penggeledahan, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di lapangan. Setelah itu, petugas melakukan pemeriksaan di sejumlah blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Selain penggeledahan kamar, petugas juga melakukan pemeriksaan urine terhadap perwakilan warga binaan dan pegawai lapas. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel yang diuji dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
“Selain itu, hasil tes urine dari perwakilan warga binaan maupun pegawai menunjukkan semuanya negatif,” katanya.
Usai kegiatan, seluruh barang hasil sitaan langsung dimusnahkan dengan cara dibakar di dalam drum besi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan lapas.
Machda menegaskan, razia gabungan merupakan upaya pencegahan agar barang-barang terlarang tidak masuk ke dalam lapas. Menurutnya, sinergi antarinstansi perlu terus diperkuat untuk menjaga kondisi lapas tetap aman dan kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi terkait, khususnya BNN, Brimob, Polsek, dan Koramil yang telah mendukung kegiatan ini. Kerja sama seperti ini akan terus ditingkatkan,” pungkasnya.(Johan)


Tinggalkan Balasan