KOTA CIREBON, (FC).– Kasus dugaan penculikan yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial KA (9), warga Kampung Kesunean Selatan, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, masih terus didalami pihak kepolisian.
Peristiwa yang terjadi di kawasan Jembatan Kesunean tersebut kini dalam penanganan serius jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cirebon Kota.
Kapolres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar melalui Kasat Reskrim AKP Adam Gana mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengantongi ciri-ciri hingga identitas terduga pelaku.
Penanganan kasus dugaan penculikan terhadap seorang bocah perempuan berinisial KA (9), warga Kampung Kesunean Selatan, Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, terus bergulir. Kepolisian menyatakan telah mengantongi ciri-ciri hingga identitas terduga pelaku, meski status peristiwa tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota, AKP Adam Gana, mengungkapkan bahwa laporan resmi dari pihak keluarga korban telah diterima dan langsung ditindaklanjuti oleh penyidik.
“Korban dan keluarganya sudah membuat laporan. Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan. Untuk pelaku, kami sudah mengantongi ciri-ciri dan identitasnya,” ujar Adam saat ditemui di Mapolres Cirebon Kota, Rabu (8/4).
Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan secara pasti apakah peristiwa yang dialami korban merupakan aksi penculikan. Pendalaman masih dilakukan guna mengungkap kronologi secara utuh.
“Masih dalam tahap lidik, kami dalami terlebih dahulu. Dugaan sementara mengarah ke penculikan, namun belum bisa dipastikan,” tegasnya.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga pelaku berjumlah satu orang dan berasal dari wilayah Cirebon. Sementara itu, kondisi korban juga tengah menjadi fokus perhatian penyidik, termasuk melalui pemeriksaan medis.
“Korban sudah dilakukan visum, namun hasilnya masih kami tunggu karena pemeriksaan dilakukan bersamaan dengan pelaporan hari ini,” tambahnya.
Sebelumnya, kasus ini sempat menggegerkan warga setelah KA dilaporkan hilang pada Senin (6/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Korban terakhir terlihat di sekitar jembatan Kesunean saat dibonceng oleh pria tak dikenal menggunakan sepeda motor, diduga setelah diiming-imingi sejumlah uang.
Korban kemudian ditemukan pada Rabu dini hari (8/4) sekitar pukul 04.30 WIB. Ia diantar kembali oleh seseorang yang diduga pelaku dan diturunkan di lokasi yang sama.
Usai ditemukan, korban langsung mendapat pendampingan dari perangkat Kelurahan Kesepuhan serta orang tua untuk melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon Kota.
Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Kesepuhan, Carsita, menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan awal, korban sempat dibawa ke sebuah rumah di wilayah Mundu.
“Korban mengaku dibawa oleh pria tak dikenal ke sebuah rumah di Mundu. Selama di sana, diduga korban mengalami kekerasan fisik dan mengarah pada tindak asusila. Terdapat bekas luka di pergelangan kaki yang sebelumnya diikat,” ungkapnya.
Setelah kejadian tersebut, korban langsung mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kesunean sebelum menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Carsita juga menyebutkan bahwa ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban adalah berbadan gemuk dan berambut pendek.
Hingga kini, Satreskrim Polres Cirebon Kota masih terus mengembangkan penyelidikan guna memastikan fakta-fakta di balik peristiwa tersebut, termasuk mengungkap secara jelas motif dan status hukum kasus yang sempat menggemparkan masyarakat itu. (Agus)











































































































Discussion about this post