Nadran Ambulu Digelar Bersama, 200 Perahu Nelayan Ikuti Larung Saji
KAB.CIREBON, (FC).- Tradisi pesta laut atau Nadran Desa Ambulu, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, tahun ini berlangsung berbeda. Tradisi yang sebelumnya digelar terpisah antara Blok Ambulu Wetan dan Ambulu Kulon kini disatukan menjadi satu rangkaian kegiatan bersama.
Penyatuan tradisi tersebut dilakukan sejak kepemimpinan Kuwu Ambulu, Sunaji, sebagai upaya memperkuat persatuan masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan budaya pesisir yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Nadran Ambulu 2026 yang digelar Minggu (20/9) berlangsung meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari karnaval sound horeg, pagelaran wayang kulit hingga sandiwara.
Puncak acara ditandai dengan prosesi larung saji ke tengah laut yang diikuti sekitar 200 perahu nelayan. Kuwu Ambulu bersama perangkat desa, Muspika Kecamatan Losari dan masyarakat turut mengikuti prosesi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut dan keselamatan para nelayan.
“Alhamdulillah, kegiatan Nadran berlangsung aman dan lancar. Ini merupakan bentuk syukur kepada Allah SWT atas rezeki dan keselamatan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya para nelayan,” ujar Sunaji.
Menurutnya, sebelum disatukan, Nadran Ambulu dilaksanakan secara terpisah oleh masyarakat Ambulu Wetan dan Ambulu Kulon. Sejak dirinya menjabat sebagai kuwu pada 2017, upaya menyatukan tradisi tersebut mulai dilakukan.
“Sejak 2018 kami coba satukan. Alhamdulillah, sampai sekarang Nadran Ambulu bisa dilaksanakan bersama,” katanya.
Sunaji menjelaskan, penyatuan Nadran bukan hanya untuk membuat kegiatan lebih besar dan meriah, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antarwarga serta mengenalkan tradisi kepada generasi muda.
Ia juga menyebutkan, sejak 2019 prosesi Nadran tidak lagi menggunakan kepala kerbau sebagai bagian dari sesaji. Tradisi tersebut kini menggunakan buah-buahan dan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT.
“Sejak tahun 2019 hingga sekarang sudah tidak menggunakan sesaji kepala kerbau, tetapi diganti dengan buah-buahan dan hasil bumi,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Nadran 2026, Trisno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat, terutama para nelayan.
“Sekitar 200 perahu ikut dalam larung saji ke laut. Masyarakat dan nelayan sangat kompak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” ungkapnya.
Menurut Trisno, Nadran tahun ini menjadi momentum kebanggaan masyarakat Ambulu karena mampu menyatukan dua blok dalam satu tradisi bersama.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilestarikan dan menjadi wadah memperkuat kebersamaan masyarakat pesisir.
“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, terutama para nelayan yang aktif sejak persiapan hingga acara selesai. Semoga hasil tangkapan nelayan melimpah, selalu diberi keselamatan saat melaut dan masyarakat semakin sejahtera,” pungkasnya. (Nawawi)


Tinggalkan Balasan