KUNINGAN, (FC).- Aktivis Forum Telaah Kebijakan Kinerja Daerah (F-TEKKAD), Sujarwo atau yang akrab disapa Mang Ewo, menilai rencana penyegaran dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuningan tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Menurutnya, rotasi dan mutasi jabatan merupakan instrumen manajerial untuk mengejar target kinerja pemerintahan, bukan drama jabatan.
Pernyataan itu disampaikan Mang Ewo menanggapi menguatnya isu promosi, rotasi, dan mutasi pejabat di berbagai tingkatan eselon II, III, dan IV di lingkup Pemkab Kuningan.
“Penyegaran birokrat di seluruh tingkatan eselon tidak perlu disikapi berlebihan dan dikesankan sakral sampai menjadi momok bagi pejabat.
Mutasi jabatan itu kebutuhan target kerja, bukan drama jabatan,” ujarnya, kala dihubungi melalui pesan WhatsApp, Rabu (11/2).
Ia menegaskan, pergeseran jabatan pada dasarnya merupakan kebutuhan pimpinan daerah untuk menyesuaikan komposisi tim kerja agar program yang telah dirancang dapat berjalan optimal.
“Kegiatan promosi, rotasi, dan mutasi tentu didasarkan pada kebutuhan pimpinan, duet bupati dan wakil bupati, guna mewujudkan target kerja yang sudah diprogramkan,” katanya.
Mang Ewo juga menyinggung pernyataan kepala daerah sebelumnya yang memberi sinyal mutasi akan dilakukan sebelum bulan puasa. Jika mengacu pada pernyataan tersebut, maka waktu pelaksanaan diperkirakan berlangsung dalam waktu dekat.
Namun, ia menekankan bahwa siapa saja pejabat yang akan terdampak mutasi, khususnya di level eselon II, sepenuhnya menjadi kewenangan pimpinan daerah dan tidak bisa diprediksi pihak luar.
“Siapa yang akan tersentuh kebijakan mutasi itu pasti tersimpan rapi. Tidak bisa diduga-duga atau dijadikan bahan spekulasi,” ujarnya.
Ia pun mengingatkan para birokrat agar tidak memandang mutasi sebagai bentuk hukuman atau penurunan kepercayaan, terutama saat dipindahkan dari posisi yang sudah dianggap nyaman ke jabatan baru yang dinilai kurang bergengsi.
“Birokrat jangan merasa kurang beruntung atau sedang dihukum ketika dipindahkan. Itu bagian dari dinamika organisasi dan strategi penyegaran agar kinerja tetap sehat,” tegas Mang Ewo. (Angga)










































































































Discussion about this post