KOTA CIREBON, (FC).- Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk-Cisanggarung (BBWS Cimancis) segera melakukan penanganan darurat terhadap Jembatan Lebakngok yang berlokasi di RW 11 Bendakerep, Kelurahan Argasunya, Kota Cirebon.
Langkah ini diambil menyusul longsornya tebing di kedua sisi jembatan akibat gerusan arus sungai, yang mengancam akses vital penghubung warga setempat. Kondisi tersebut juga menyebabkan kerusakan cukup serius pada badan jalan di sekitar jembatan.
Rencananya, mulai Jumat (27/2/2026), BBWS Cimancis bersama Pemerintah Kota Cirebon dan Polres Cirebon Kota akan melakukan penguatan struktur di area tebing yang longsor.
Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung, Dwi Agus Kuncoro menjelaskan tahap awal penanganan difokuskan pada perbaikan, normalisasi alur sungai dan pengurangan tekanan arus ke badan jembatan.
“Kita akan luruskan dulu alurnya, membuat pemecah arus, serta membangun tanggul darurat. Jadi kalau terjadi banjir lagi, air sudah terarah dan tidak menghantam tebing sungai di sisi kanan,” ujar Agus, Rabu (25/2/2026).
Selain itu, pihaknya juga akan memasang pemecah arus untuk meminimalkan dampak gerusan air terhadap struktur jembatan.
Untuk mendukung proses perbaikan, BBWS akan mengerahkan alat berat. Namun, karena medan yang cukup sulit, alat berat direncanakan masuk melalui jalur sungai dari arah hilir.
“Pengalaman sebelumnya, alat berat tidak bisa langsung masuk ke lokasi. Jadi akan diturunkan dari hilir dan masuk melalui sungai,” jelasnya.
Proses normalisasi sungai ditargetkan dapat selesai dalam waktu sekitar dua bulan, tergantung kondisi di lapangan dan kelancaran mobilisasi alat berat.
Terkait kondisi jembatan, Agus menyebut struktur utama dan pilar masih dalam kondisi cukup kuat. Karena itu, penanganan difokuskan pada langkah pencegahan agar kerusakan tidak semakin parah.
Sebagai upaya perlindungan tambahan, pihaknya akan menata batu-batu di sekitar lokasi untuk memperkuat kaki pilar jembatan dengan metode riprap. Cara ini dinilai lebih efisien dan hemat biaya karena memanfaatkan material yang tersedia di sekitar lokasi.
“Untuk melindungi pilar, nanti batu yang ada akan ditata seperti riprap untuk melindungi kaki pilarnya. Itu lebih efisien dan biayanya lebih murah,” katanya.
BBWS menegaskan, penanganan dilakukan secara bertahap, dimulai dari langkah darurat hingga penguatan permanen pada pilar jembatan.
“Upaya ini diharapkan dapat menjaga Jembatan Lebak Ngok tetap aman dan berfungsi sebagai akses utama warga Bendakerep, sekaligus mencegah risiko kerusakan lebih lanjut di masa mendatang,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wali Kota Cirebon Effendi Edo yang meninjau lokasi mengakui, adanya hambatan bagi kendaraan roda empat untuk sementara waktu.
Hal ini disebabkan oleh kondisi tanah dan struktur jalan yang belum stabil sepenuhnya. Namun, ia memastikan bahwa rekayasa teknis sedang disiapkan agar akses bagi kendaraan besar, termasuk truk pengangkut kebutuhan warga, bisa kembali melintas setelah penguatan struktur dilakukan.
“Untuk saat ini kendaraan roda dua masih bisa lewat, tapi roda empat sementara belum bisa. Kami sudah bicara dengan Kepala BBWS untuk menguatkan jalan yang rusak. Nanti akan dibuatkan pemecah arus sekitar 50 meter dari jembatan untuk mengurangi tekanan air ke dinding jalan. Kami memohon masyarakat bersabar, insya Allah jika sudah normal, kendaraan roda empat bisa masuk lagi,” tambahnya.
Pihaknya berharap melalui pengerjaan yang dimulai pekan ini, kekhawatiran masyarakat akan putusnya akses jalan dapat segera teratasi.
“Koordinasi intensif akan terus dilakukan hingga pengerjaan selesai sepenuhnya pada bulan Maret atau April mendatang, sehingga seluruh moda transportasi dapat kembali melintasi wilayah Lebakngok dengan aman dan nyaman,” tuntasnya. (Agus)











































































































Discussion about this post