Desa Sitiwinangun Kini Menjadi Desa Digital
KAB. CIREBON – Desa Sitiwinangun mengadakan launching aplikasi dan website Sistem Kependudukan Informasi dan Layanan (SIPENDIL) guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat sekitar. Acara ini di laksanakan di Balai Desa Sitiwinangun, Selasa (10/3).
Kuwu Desa Sitiwinangun, Ratija Brata Menggala menjelaskan, di dalam aplikasi SIPENDIL ini ada tiga konten, diantaranya adalah artikel yang di dalamnya berisi tentang kegiatan desa, seperti informasi tentang aktifitas desa dan promosi pariwisata.
Kemudian yang kedua adalah konten laporan yang menampung semua aspirasi warga Desa Sitiwinangun, dan yang ketiga adalah konten surat dan layanan yang berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Aplikasi dan website SIPENDIL di kelola oleh staf Desa Sitiwinangun yang diberi tugas khusus untuk menjadi operator dalam memberi pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu warga Desa Sitiwinangun bisa memberi kritik dan sarannya secara langsung melalui aplikasi SIPENDIL, yaitu dengan cara memilih (mengklik) konten laporan, dan akan di jawab secara langsung oleh operator.
Untuk pelayanan surat dan berkaspun mudah di akses dengan cara mendaftarkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan PIN. Jika warga sudah mendaftarkan diri pada aplikasi SPENDIL, maka secara otomatis semua data warga sudah terdaftar secara otomatis pada aplikasi tersebut
“Jadi masyarakat yang membutuhkan surat, seperti Surat Kelakuan Baik, Surat Keterangan Usaha, dan lain-lain sekarang cukup hanya menggunakan Aplikasi SIPENDIL saja, yang bisa di akses melalui android,”jelas Ratija kepada FC.
Selain itu Ratija juga menambahkan, tujuan dari pelayanan digital di Desa Sitiwinangun ini adalah dalam rangka pelayanan cepat. Jika selama ini kami memberlakukan pelayanan satu hari atau one day service, setelah launching Aplikasi SPENDIL ini kami upayakan pelayanan dalam satu menit atau one minute service.
“Warga Sitiwinangun yang ada di perantauan itu bisa mengajukan permohonan layanan melalui Aplikasi SIPENDIL ini, lalu tersambung dengan HP saya (Kuwu) jadi bisa di tanda tangan secara digital dan bisa di cetak dimanapun,” ujar Ratija.
Ratija mengatakan, harapannya dengan ada Aplikasi SPENDIL ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan, kemudian ada peningkatan yang signifikan pada promosi pariwisata, dan dapat membantu dalam mensejahterakan masyarakat.
“Kita mempunyai pariwisata budaya denga ikon gerabah, dan sudah berjalan sejak tahun 2016. Alhamdulillah sekarang sudah banyak pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. Di minggu kemarin pun kami kedatangan tamu dari Belanda,” kata Ratija. (Indah)


Tinggalkan Balasan