KOTA CIREBON, (FC).— Babinsa Kelurahan Argasunya, Serda Hendri Gunawan, melaksanakan peninjauan lokasi tanah longsor yang terjadi di RW 11 RT 02 Lebak Ngok, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Kamis (19/2/2026).
Tanah longsor tersebut disebabkan oleh derasnya aliran sungai yang menghantam pinggiran jalan di sekitar jembatan Lebak Ngok. Akibatnya, tanah di sisi jalan terkikis hingga habis dan menimbulkan longsoran yang cukup membahayakan area sekitar.
Serda Hendri Gunawan menjelaskan bahwa meskipun terjadi longsor, akses jalan menuju permukiman warga RW 11 saat ini masih dalam kondisi aman dan dapat dilalui oleh masyarakat. Namun demikian, warga tetap diimbau untuk berhati-hati, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
Sebagai langkah tindak lanjut, Babinsa telah melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan Argasunya serta instansi terkait guna penanganan lebih lanjut dan mengantisipasi terjadinya longsor susulan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan dinas terkait agar segera dilakukan langkah penanganan, sehingga tidak membahayakan warga sekitar,” ujar Serda Hendri Gunawan.
Pihak kelurahan bersama unsur terkait diharapkan dapat segera melakukan pengecekan lanjutan serta mengambil tindakan teknis guna mencegah kerusakan yang lebih parah, khususnya di sekitar bantaran sungai dan akses jalan warga.
Sebelumnya, Longsor terjadi di tebing setinggi sekitar lima meter yang berada di sisi jembatan. Diduga, tingginya curah hujan serta derasnya aliran air membuat tanah menjadi labil hingga akhirnya ambles dan sebagian badan jalan ikut terdampak. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena struktur jembatan dinilai tidak lagi aman dan berpotensi runtuh.
Lurah Argasunya, Mardiansyah mengungkapkan jembatan tersebut merupakan akses utama bagi warga di RW 11 Bendakerep dan RW 08 Kopiluhur. Jika sampai terputus, maka ratusan warga berisiko terisolasi.
“Untuk sementara, warga sudah memasang spanduk larangan melintas bagi kendaraan roda empat. Kendaraan roda dua masih diperbolehkan, tapi harus ekstra hati-hati. Kami menunggu langkah perbaikan dari pihak terkait,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Warga RW 11 dan sekitarnya mendesak Pemerintah Kota Cirebon agar segera turun tangan melakukan peninjauan dan langkah konkret. Mereka meminta perhatian dari Wali Kota Cirebon, Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, anggota DPRD Kota Cirebon dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, serta dinas terkait untuk segera melakukan evaluasi teknis dan perbaikan.
“Kondisi jembatan sudah sangat parah dan hampir putus. Kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, apalagi setiap hari anak-anak sekolah melintas di sini. Jangan sampai menunggu korban dulu baru ada tindakan,” ujar Jaenudin, salah satu warga setempat dengan nada cemas. (Agus)










































































































Discussion about this post