KAB.CIREBON, (FC).- Kebakaran lahan kosong di sekitar Rumah Sakit Daerah (RSD) Sidawangi, Kabupaten Cirebon, yang sempat membuat sejumlah pasien dievakuasi akibat kepulan asap, kini telah sepenuhnya padam.

Seluruh pasien juga telah kembali ke ruang perawatan setelah kondisi dinyatakan aman.

Direktur RSD Sidawangi Cirebon, dr. Yoga Pramadia mengatakan, api sudah berhasil dipadamkan dan tidak ditemukan lagi bara maupun titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Alhamdulillah kondisi terkini api sudah padam total, tidak ada bara. Beberapa petugas keamanan setiap jam kita kontrol, terutama lahan-lahan yang berisiko terbakar kembali,” ujar Yoga, Selasa (29/9).

Menurutnya, pasien yang sebelumnya dievakuasi dari ruang perawatan dekat lokasi kebakaran telah kembali setelah api berhasil dikendalikan dan kepulan asap menghilang.

“Pasien sudah kembali satu jam setelah api dapat dikuasai dan asap sudah menghilang. Pasien sudah kembali masuk ke ruangan masing-masing,” katanya.

Yoga memastikan tidak ada pasien yang mengalami kondisi serius akibat peristiwa tersebut. Seluruh pasien dinyatakan selamat dan pelayanan kesehatan kembali berjalan normal.

“Alhamdulillah tidak ada satupun yang parah. Semua selamat dan dapat melanjutkan perawatan di ruangan masing-masing,” jelasnya.

Meski tidak berdampak pada pelayanan pasien, kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah aset rumah sakit ikut terdampak. Beberapa perlengkapan, seperti selang hydrant, mengalami kerusakan akibat terbakar.

Selain itu, sejumlah alat pemadam api ringan (APAR) perlu dilakukan pengisian ulang.

“Beberapa aset kita ikut terbakar seperti selang hydrant. Mungkin kita akan mengganti dan ada beberapa APAR yang harus diisi kembali,” ungkap Yoga.

Pasca kejadian, RSD Sidawangi akan memperkuat langkah mitigasi kebakaran, salah satunya melalui pelatihan rutin bagi petugas rumah sakit.

Kegiatan tersebut dilakukan setiap tahun bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cirebon.

Menurut Yoga, pelatihan tersebut terbukti membantu petugas dalam melakukan penanganan awal sebelum bantuan pemadam kebakaran tiba.

“Alhamdulillah hasil latihan kemarin dapat diimplementasikan teman-teman di lapangan. Saat terjadi kebakaran, sambil menunggu Damkar, mereka tidak gugup dan dapat menggunakan APAR maupun air hydrant dengan baik,” tuturnya.

Ia menyebut, kemampuan petugas dalam menggunakan fasilitas pemadam internal dapat membantu mencegah api meluas.

Selain memperkuat kesiapsiagaan petugas, pihak rumah sakit juga akan melakukan pemeliharaan lingkungan, terutama pada area yang berpotensi menjadi media penjalaran api.

“Kita akan melakukan pemangkasan atau pemeliharaan supaya tidak menjadi masalah bila terjadi kebakaran,” katanya.

RSD Sidawangi juga akan menindaklanjuti masukan dari Dinas Pemadam Kebakaran terkait pembuatan sekat atau trapping di sejumlah titik. Langkah tersebut bertujuan agar api tidak mudah menjalar dan proses pemadaman lebih mudah dilakukan.

“Damkar menyarankan melakukan trapping supaya api tidak menjalar. Selain itu, pemadaman juga lebih mudah karena kita berada di tebing dan di bawahnya ada sawah penduduk,” pungkas Yoga. (Johan)