INDRAMAYU, (FC).- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Indramayu menargetkan produksi padi di Kabupaten Indramayu pada tahun ini mencapai 1,6 juta ton.

Kepala DKPP Kabupaten Indramayu, Sugeng Heriyanto, mengatakan, pencanangan target tersebut berdasarkan luas baku sawah (LBS) di Kabupaten Indramayu yang mencapai 125 ribu hektare, dan indeks pertanaman (IP) menyentuh 1,8.

Menurut dia, rata-rata tingkat produktivitas padi di Kabupaten Indramayu mencapai 6,6 ton per hektare, sehingga produksi tahunan dari total luas lahan tersebut diperkirakan menembus 1,6 juta ton.

“Bahkan, tidak menutup kemungkinan produksi padi di Kabupaten Indramayu akan melampaui target tersebut,” ujar Sugeng Heriyanto, Rabu (29/7/2026)

Pihaknya mengakui, pada tahun ini musim tanam kedua atau musim tanam gadu bakal menghadapi tantangan cukup berat, karena fenomena El Nino yang mengancam kekeringan di wilayah Indramayu.

Namun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama unsur TNI, Polri, hingga Kementerian Pertanian (Kementan) RI telah menyiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi ancaman kekeringan tersebut.

Ia mengatakan, sejumlah langkah yang disiapkan dari mulai pengaturan sistem gilir air hingga bantuan pompa dari Kementan RI untuk mengairi ribuan hektare sawah di Kabupaten Indramayu.

“Kami juga memantau secara intensif lahan pertanian di Kabupaten Indramayu yang mulai terdampak kekeringan, sehingga segera ditangani, dan tidak sampai puso atau gagal panen,” kata Sugeng Heriyanto.

Sugeng mengaku optimistis target produksi padi 1,6 juta ton pada tahun ini bakal tercapai, karena pemerintah daerah bersama stakeholder terkait telah mengupayakan berbagai penanganan untuk meminimalisir dampak kekeringan.

Ia menyampaikan, hingga kini jajaran DKPP Kabupaten Indramayu belum menerima laporan resmi terkait petani yang mengalami gagal panen akibat dampak kekeringan pada musim kemarau seperti sekarang.

“Sejauh ini, kami baru menerima laporan mengenai areal pertanian yang terancam kekeringan, dan langsung ditindaklanjuti melalui sistem pengaturan distribusi airnya untuk memastikan pasokan airnya terpenuhi,” pungkasnya. (Agus Sugianto)