INDRAMAYU, (FC).- Upaya mendukung program satu desa satu sarjana yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Indramayu mendorong guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) meningkatkan kualifikasi akademik.
Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD-Pontren) Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Ahmad Fadlali, mengatakan, langkah tersebut untuk mendukung program satu desa satu sarjana yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu.
Karenanya, pihaknya mendukung penuh program beasiswa S-1 untuk guru MDT di bawah naungan Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu yang digagas Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) bekerja sama dengan STAI Sayid Sabiq Indramayu.
“Kolaborasi perguruan tinggi dan FKDT menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pendidik madrasah diniyah,” kata Ahmad Fadlali saat ditemui usai Grand Launching Beasiswa Jalur FKDT di STAI Sayid Sabiq Indramayu, Jalan Terusan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Selasa (13/10).
Ia mengatakan, jajaran Kemenag Indramayu dipastikan mendukung penuh program kolaborasi tersebut, karena membuka jalan bagi peningkatan pendidikan guru diniyah, khususnya di wilayah Kabupaten Indramayu.
“Ini adalah momentum luar biasa, karena bertujuan meningkatkan kualitas guru-guru MDT, sehingga kami sangat mendukung beasiswa tersebut demi memastikan programnya berjalan optimal,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala MTsN 4 Indramayu.
Sementara, Wakil Ketua I Bidang Akademik STAI Sayid Sabiq Indramayu, Aip Syarifudin, menyampaikan, kehadiran program beasiswa itu menjadi solusi bagi guru MDT yang menghadapi keterbatasan waktu, dan biaya untuk melanjutkan pendidikan.
Dalam program kerja sama itu, STAI Sayid Sabiq menyediakan skema biaya khusus dan fasilitas pendidikan untuk program studi S-1 Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah/Sekolah Dasar (PGMI/SD), serta Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).
“Kami berharap, beasiswa jalur FKDT ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan pendidikan di Indramayu, karena menjadi peluang bagi guru MDT di bawah naungan Kemenag untuk meningkatkan kualifikasi akademiknya,” kata Aip Syarifudin.
Ketua DPC FKDT Indramayu, Aspuri, mengakui, program beasiswa tersebut dihadirkan untuk membuka lebar kesempatan bagi guru MDT menyelesaikan pendidikan S-1, dan biayanya pun terjangkau, sehingga meningkatkan kualitas pendidikan daerah.
“Semoga program beasiswa ini memperluas akses pendidikan tinggi bagi guru MDT, dan menjadi bagian penting dalam menyiapkan pendidik diniyah yang semakin kompeten untuk mendampingi generasi muda di Kabupaten Indramayu,” ujar Aspuri.
Menurut dia, kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana dapat membantu guru MDT meningkatkan kapasitas diri sekaligus memperkuat mutu pembelajaran di lembaga masing-masing.
Aspuri berharap, semakin banyak guru MDT yang bisa meraih gelar sarjana melalui program beasiswa jalur FKDT, sehingga ilmu dan kompetensi yang diperoleh dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Program beasiswa ini juga menjadi peluang bagi para guru MDT di Kabupaten Indramayu untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana tanpa terlalu terbebani persoalan biaya,” pungkasnya. (F-08)