MAJALENGKA, (FC).— Karang Taruna didorong tak sekadar menjadi organisasi kepemudaan, tetapi juga garda terdepan yang mampu menyerap aspirasi warga, menjembatani komunikasi dengan pemerintah, hingga terlibat aktif dalam pembangunan daerah.

Harapan tersebut disampaikan Wakil Bupati Majalengka, Dena Muhamad Ramdhan, saat menghadiri Bulan Bakti Karang Taruna ke-66 di salah satu rumah makan di Kabupaten Majalengka, pada Minggu (11/10).

Menurut Dena, momentum Hari Bakti Karang Taruna ke-66 ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat peran pemuda sekaligus mempersiapkan generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

“Generasi muda yang ada di Karang Taruna ini nantinya akan menjadi generasi yang memimpin Majalengka maupun Indonesia pada 2045. Karena itu, momentum Hari Bakti ini harus menjadi motivasi untuk terus berkembang dan mengambil peran,” ujar Dena.

Ia menilai, tantangan menuju 2045 menuntut pemuda memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan zaman. Namun, kemampuan tersebut harus diimbangi kepedulian sosial serta keterlibatan langsung dalam membantu masyarakat. Dena berharap Karang Taruna dapat menjangkau kebutuhan warga hingga tingkat desa.

Dikatakan Wabup Dena Kedekatan para anggota dengan lingkungan masing-masing dinilai menjadi modal untuk mengetahui persoalan di lapangan, mulai dari keluhan masyarakat hingga kebutuhan yang memerlukan perhatian pemerintah.

“Saya ingin Karang Taruna menjadi mata, telinga, tangan, dan kaki pemerintah daerah. Artinya, mereka harus hadir di tengah masyarakat, mengetahui persoalan yang terjadi, dan membantu pemerintah mencari jalan keluarnya,” katanya.

Menurut Dena, keberadaan Karang Taruna di Majalengka sejauh ini sudah cukup baik. Meski demikian, kontribusinya perlu terus diperkuat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa maupun pemerintah kabupaten agar aspirasi warga dapat tersampaikan dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan.

“Karang Taruna harus lebih aktif mendengar suara masyarakat dan berkolaborasi dengan pemerintah. Organisasi ini harus menjadi penyambung lidah masyarakat, terutama ketika ada kesulitan berkomunikasi dengan pemerintah,” ucapnya.

Ia menegaskan, peran tersebut harus diwujudkan melalui aksi nyata, bukan sekadar menjalankan agenda organisasi. Keterlibatan dalam kegiatan sosial, kepedulian terhadap persoalan warga, serta kemauan membangun komunikasi dengan pemerintah menjadi bagian penting agar Karang Taruna benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Saya berharap, Karang Taruna mampu melahirkan generasi muda yang adaptif, peduli, dan aktif mengambil bagian dalam pembangunan daerah. Dengan memperkuat peran sejak sekarang, pemuda Majalengka diharapkan tidak hanya menjadi penerus kepemimpinan pada 2045, tetapi juga ikut menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat hari ini,” pungkasnya. (Munadi)