Kinerja Semester I 2026 Positif, Aset bank bjb Tembus Rp228,2 Triliun
BANDUNG, (FC).- bank bjb kembali mencatatkan kinerja positif pada Semester I Tahun 2026. Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan industri perbankan, perseroan mampu menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat melalui strategi growth with quality dengan fokus pada penguatan fundamental, kualitas aset, efisiensi, serta transformasi digital.
Hingga Semester I 2026, bank bjb secara konsolidasi membukukan total aset sebesar Rp228,2 triliun. Dari jumlah tersebut, perusahaan anak memberikan kontribusi aset sebesar Rp44,2 triliun atau sekitar 19,4 persen terhadap total aset Grup bjb.
Kinerja tersebut disampaikan dalam Earnings Call Triwulan II Tahun Buku 2026 yang dihadiri investor dan analis pasar modal di Menara bank bjb, Bandung, Rabu (29/7).
Corporate Secretary bank bjb, Irwan Riswandi, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
Sebagai entitas pengendali Grup bjb yang membawahi tiga perusahaan anak perbankan dan dua lembaga keuangan non-bank, bank bjb terus memperkuat sinergi grup untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru.
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit dan pembiayaan secara konsolidasi mencapai Rp140,4 triliun. Angka tersebut terdiri dari kontribusi perusahaan anak sebesar Rp29,3 triliun dan bank only sebesar Rp111,1 triliun.
Segmen konsumer masih menjadi penopang utama portofolio kredit bank bjb dengan outstanding mencapai Rp74,2 triliun atau sekitar 66,8 persen dari total kredit. Kualitas kredit pada segmen ini tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) sebesar 0,56 persen.
Selain mempertahankan kekuatan di sektor konsumer, bank bjb juga terus memperluas sumber pertumbuhan melalui pengembangan pembiayaan non-konsumer, termasuk memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah.
Perseroan menilai kebutuhan pembiayaan pemerintah daerah masih memiliki prospek positif seiring berjalannya berbagai program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Untuk mendukung pembiayaan yang lebih berkualitas, bank bjb terus menyempurnakan proses bisnis melalui implementasi Commercial Business Centre (CBC) guna meningkatkan efektivitas proses kredit, tata kelola, serta pengelolaan risiko.
Dari sisi pendanaan, bank bjb berhasil menjaga pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK). Hingga Juni 2026, DPK secara konsolidasi tercatat sebesar Rp160,9 triliun, yang menjadi fondasi kuat dalam mendukung ekspansi bisnis.
Perseroan juga terus mendorong peningkatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) melalui penguatan kerja sama payroll, peningkatan transaksi nasabah, serta optimalisasi layanan digital.
Transformasi digital menunjukkan perkembangan positif melalui aplikasi DIGI bank bjb. Melalui layanan tersebut, pembukaan rekening tabungan secara digital mencapai sekitar 12.000 rekening baru setiap bulan.
Dari sisi profitabilitas, strategi rekomposisi aset dan liabilitas, optimalisasi biaya dana, peningkatan pendapatan berbasis komisi (fee based income), serta efisiensi operasional memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan.
Pendapatan bunga bersih bank bjb tumbuh lebih dari 9,1 persen secara tahunan (year-on-year). Sementara itu, fee based income memberikan kontribusi sebesar Rp1,1 triliun.
Langkah efisiensi juga berhasil menekan beban operasional sekitar 5,4 persen dan meningkatkan laba operasional sebelum Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) lebih dari 34,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hasilnya, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp783 miliar, atau tumbuh 58,8 persen secara year-on-year.
Memasuki Semester II 2026, bank bjb akan melanjutkan strategi pertumbuhan berkualitas melalui penguatan penghimpunan dana murah, optimalisasi kerja sama payroll, pengembangan pembiayaan berbasis ekosistem pemerintah daerah, percepatan transformasi digital, serta penguatan manajemen risiko.
Dengan fundamental bisnis yang semakin kuat, inovasi layanan yang terus berkembang, serta komitmen terhadap tata kelola perusahaan yang baik, bank bjb optimistis mampu menjaga pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham, nasabah, serta seluruh pemangku kepentingan. (Ghofar)


Tinggalkan Balasan