DENPASAR, (FC).- Presiden Prabowo Subianto meresmikan Bali International Hospital di Kota Denpasar, Provinsi Bali, pada Rabu (25/6).
Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak yang telah merintis dan membangun KEK Sanur yang disebut sebagai terobosan sejarah dalam dunia pelayanan kesehatan di Indonesia.
“Saya kira ini adalah suatu terobosan yang pertama kali di republik kita. Kita mencanangkan atau membuat suatu Kawasan ekonomi khusus yang diperuntukan untuk pelayanan Kesehatan bertaraf Internasional,” ujarnya, dikutip FC dari channbel youtube Sekretariat Presiden pada Kamis (26/6).
Prabowo mengatakan, begitu banyak orang Indonesia yang berobat ke luar negeri. Hal itu mengakibatkan pengeluaran devisa yang terkuras sangat besar.
“Kita tadi sudah diberitahu bahwa begitu banyak Warga Negara Indonesia yang mencari pengobatan di luar negeri, yang mengakibatkan juga pengeluaran devisa kita yang sangat besar. Dengan inisiatif ini kita bisa memberi pelayanan kesehatan yang tidak kalah dengan yang terbaik di dunia. Karena itu sekali lagi saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi saya atas pekerjaan besar ini,” ungkapnya
Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir dalam sambutan acara peresmian tersebut juga menyampaikan bahwa berdasarkan data dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Indonesia yang berobat di luar negeri mencapai 2 juta orang.
“Ini kurang lebih menghabiskan kurang lebih Rp150 triliun per tahun. Inilah kenapa bapak Presiden kami dari Kementerian BUMN berinisiasi untuk hadir menjalankan amanah penugasan yang diberikan pemerintah oleh bapak Presiden melalui pengembangan Kawasan ekonomi khusus Kesehatan Sanur yang bisa bapak lihat hari ini,” pungkas Erick Thohir
Berdasarkan informasi yang terangkum FC, diketahui KEK Sanur merupakan kawasan terintegrasi yang dikembangkan sebagai world-class Health & Tourism Destination Infrastruktur.
KEK Sanur juga meliputi rumah sakit bertaraf internasional, hotel bintang lima, pusat konvensi terbesar di Pulau Bali berkapasitas 5 ribu orang, Ethnobotanical Garden seluas 4,9 hektare yang menyimpan lebih dari 380 jenis tanaman obat, serta sentra UMKM dan area komersial yang mendukung pelaku usaha lokal.
Turut hadir dalam peresmian tersebut diantaranya adalah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (Andriyana)
Sumber: Youtube/Sekretariat Presiden











































































































Discussion about this post