KAB. CIREBON, (FC).- Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Cirebon terjadi lonjakan besar. Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 harian pada Rabu (16/6) terjadi penambahan 168 kasus.
Angka tersebut merupakan angka terbesar penambahan harian sejak awal pandemi Covid-19 pada tahun 2020 di daerah Kabupaten Cirebon.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, jumlah penambahan tersebut sebagian berasal dari tracing kasus terkonfirmasi sebelumnya yang mayoritas berasal dari klaster keluarga.
Enny menyebut, kluster keluarga menjadi penyumbang terbanyak penambahan kasus tersebut.
“Ya karena begitu ada satu yang terkonfirmasi, kita langsung lakukan tracing dan ditemukan anggota keluarga lainnya juga positif,” kata Enny, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19 di ruang Paseban Setda Kabupaten Cirebon.
Menurut Enny, sebelumnya zona merah di Kabupaten Cirebon ada di 13 kecamatan pada dua pekan lalu. Namun kini sudah merambah 23 kecamatan yang termasuk ke dalam zona merah Covid-19.
Kondisi tersebut telah membuat kondisi rumah sakit penuh dan nyaris kewalahan menerima pasien.
“Ada penambahan yang cukup signifikan sehingga rujukan ke rumah sakit adalah upaya terakhir jika memang kondisi pasien sudah tidak memungkinkan untuk dilakukan isolasi mandiri di rumah. Makanya kondisi ini harus disadari bersama, karena ada peningkatan kasus,” kata Enny.
Kadinkes menjelaskan, sampai saat ini kasus nakes terkonfirmasi positif aktif yang masih dalam perawatan baik di rumah sakit maupun di rumah jumlahnya cukup banyak.
Data terakhir yang ia terima, sedikitnya ada 35 nakes yang masih menjalani perawatan karena terpapar Covid-19. Akibatnya, sambung Enny, ada beberapa Fasyankes yang sempat ditutup.
Namun penutupan Fasyankes tersebut berbeda dengan sebelumnya. Penutupan yang dilakukan sekarang bisa lebih singkat.
“Kalau dulu kan harus tiga hari kalau sekarng cukup sehari. Setelah dilakukan penyemprotan disinfektan dan swab test untuk semua pegawai, kalau hasilnya sudah keluar, Fasyankes langsung dibuka lagi. Dan bagi yang terpapar melakukan isolasi,” paparnya.
Ditambahkan Enny, selain peningkatan kasus terkonfirmasi, angka kematian juga mengalami penambahan.
Untuk jumlah kasus aktif terbesar ada di wilayah Cirebon Timur seperti Susukan Lebak dan lainnya. Sementara untuk kasus kematian paling besar ada di Kecamatan Gegesik.
Berdasarkan data Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon, total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Cirebon berjumlah 10.652 kasus.
Dari jumlah tersebut 800 orang masih dirawat, sementara 465 orang meninggal dunia. Dari total kasus tersebut yang dinyatakan sembuh berjumlah 9.387 orang.
Sementara tingkat keterisian rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) sampai sejauh ini masih dalam kondisi normal di 12 rumah sakit yang tersebar di Kabupaten Cirebon.
“Alhamdulillah sejauh ini terkait BOR masih dalam kondisi aman, di mana okupansinya 26 persen,” ungkapnya.
Dijelaskannya, kondisi BOR saat ini masih jauh dari ambang batas yang dikeluarkan oleh World Health Organization (WHO) sebesar 60 persen.
Dirinya memastikan, terkait BOR di Kabupaten Cirebon yang terisi sekarang masih terhitung rendah. “Kalau diangka 26 persen itu masih terhitung rendah jadi masih aman,” ungkap dia.
Dikatakannya, ketersediaan bed sempat kurang pasca lebaran tahun lalu yang merupakan angka tertinggi. Sehingga ketersediaan bed kurang hingga akhirnya mengharuskan pihaknya menambah bed bagi sejumlah rumah sakit.
“Kami catat palinggi tinggi itu sampai bed kurang pasca lebaran tahun kemarin sampai-sampai harus menambah bed,” tukasnya. (Ghofar)












































































































Discussion about this post