KUNINGAN, (FC).- Vaksin tahap 2 meski telah datang di Gudang Farmasi pekan lalu, namun Vaksin Sinovac ini hanya melayani sejumlah 8 persen dari kebutuhan tahap kedua yaitu dengan sasaran pelayan publik.
Ditegaskan Sekretaris Dinas Kesehatan, H. Farid Rubana didampingi Kabid P2P Dinkes dr. H. Deni Mustafa menyampaikan Vaksin Sinovac kali ini berbeda dengan sebelumnya.
Jika yang awal adalah vaksin import, kali ini vaksin diproduksi oleh Biofarma di Indonesia dengan bahan baku yang dikirimkan oleh China.
“Vaksinnya sendiri oleh Biofarma dan BPOM dijamin tidak ada perbedaan kandungan vaksin dengan sinovac sebelumnya. Yang berbeda hanya kemasan saja,” ujar Farid.
Vaksin produksi Biofarma ini, disebutkan Farid pada tiap vialnya berisi maksimal untuk 9 dosis pemakaian atau 9 orang sasaran. Sedangkan sebelumnya 1 vial vaksin hanya 1 dosis untuk 1 orang sasaran.
Sementara, dr. Deni Mustafa menambahkan, vaksin yang datang pekan lalu sebanyak 1.520 vial. Artinya vaksin digunakan untuk 13.680 dosis vaksin. Karena tiap sasaran mendapat 2 kali penyuntukan vaksin.
“Jadi total untuk vaksin yang datang ini hanya untuk 6.840 orang atau sasaran, atau baru sekitar 8 persen dari sasaran keseluruhan,” ujar Deni.
Disebutkan Deni, saat vaksin pertama kali yang diperuntukan untuk tenaga kesehatan sebanyak 3.860 orang.
Sedangkan menurut data terupdate, tenaga kesehatan di Kabupaten Kuningan sebanyak 5.319 orang, jadi sekitar 1.459 orang tenaga kesehatan belum mendapat vaksin.
“Jadi yang kemarin belum di vaksin, kali ini diprioritaskan dahulu, dari vaksin yang telah datang,” kata Deni.
Sedangkan perhitungan, sisa vaksin setelah dikurangi tenaga kesehatan, maka baru 5.381 sasaran, yang dalam pekan ini hingga pekan depan diperuntukan TNI, Polri, dan pelayan public di Kabupaten Kuningan. (Ali)









































































































Discussion about this post