KOTA CIREBON, (FC).- Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Kota Cirebon mendapatkan respon tanggapan dari masyarakat Kota Cirebon. Respon tersebut seperti yang disampaikan salah seorang warga Perumnas Kota Cirebon, Galuh Sekar, Selasa(2/6).
Menurutnya, masyarakat dinilai belum siap untuk new normal. “Masih banyak masyarakat yang belum mengetahui konsep dari new normal sendiri itu seperti apa,” kata Galuh kepada FC.
Menurutnya ketidaktahuan akan pedoman new normal tersebut akan dibarengi dengan ketidak mampuan masyarakat. “Kalau bisa masyarakat diberdayakan terlebih dahulu, disosialisasikan seperti apa AKB atau bisa dibilang new normal tersebut,” tuturnya.
Galuh menambahkan, pemerintah harus sedikit bekerja ektra keras dalam penerapan konsep Adaptasi Kegiatan baru ini. “Setidaknya pemerintah Kota Cirebon harus sangat gencar dalam sosialisasi AKB ini ya, misal mensosialisasikan via sosial media, yang sehari-hari dipakai oleh masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya masih banyak masyarakat yang mengabaikan salah satu aspek new normal yaitu physical distancing.
“Masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan masker dan juga mengabaikan physical distancing. Kemarin saya melihat di salah satu toko handphone di Pertatean itu pintu yang dibuka hanya satu, tetapi di dalamnya penuh sesak dengan pengunjung, ini seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi pemkot Cirebon,”ungkapnya.
Galuh mengungkapkan, dengan adanya konsep AKB atau new normal ini seharusnya dapat menjadi solusi bagi masyarakat atau negara bukan malah menambah kasus.
“Tempat bisnis juga harus menyediakan fasilitas yang membuat nyaman pengunjungnya, serta tempat bisnis tersebut harus bertindak dengan tegas apabila ada yang melanggar protokol kesehatan yang diberikan,” tutupnya.











































































































Discussion about this post