“Kemudian melakukan sharring, dari hasil pembahasan rencana yang dilakukan para pemuda dan akhirnya kami (Pemdes) mengijinkan penutupan sementara jalan-jalan dan gang yang merupakan akses masuk ke perkampungan Desa Waleddesa,” jelasnya.
Disetujuinya permintaan tersebut, lantaran bukan menutup semua warga maupun tamu yang ada keperluan di wilayah Desa Waleddesa, namun hanya untuk membatasi tamu luar desa yang hanya untuk sekedar nongkrong maupun berkunjung ke pasar misalnya.
“Bukan berarti menutup dan melarang tamu apalagi warga, cuma hanya untuk membatasi kunjungan atau bertamu yang dinilai tidak penting,” terangnya.
Ditambahkannya, penutupan akses jalan yang dilakukan para pemuda tersebut juga dinilai telah membantu Pemdes, lantaran tamu dan para perantau yang mudik akhirnya bisa terpantau, para pemuda yang menjaga pintu masuk 1×24 jam secara bergilir.
“Mereka (pemuda) menyarankan kepada para perantau yang datang agar jangan masuk perkampungan dahulu sebelum melapor ke Pemdes dan dilakukan pengecekan kesehatannya di balai desa,” katanya.
Para perantau kemudian di cek suhu badannya dan semua barang bawaannya disemprot desinfektan dan disarankan agar pakaian yang dibawanya langsung dicuci kemudian jangan keluar rumah dahulu selama 14 hari.
“Alhamdulillah sampai saat ini di Desa Waleddesa tidak ada yang terindikasi penularan virus Covid-19, mudah-mudahan sampai seterusnya Desa Waleddesa masuk kategori aman dari virus Covid-19,” harapnya. (Nawawi)











































































































Discussion about this post