KUNINGAN, (FC).- Menyikapi dinamika konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah dan berdampak pada aktivitas perjalanan ibadah ke Arab Saudi, Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kuningan mengimbau masyarakat, khususnya calon jamaah umroh, untuk tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kuningan, H. Ahmad Fauzi, mengatakan pemerintah saat ini terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah serta berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keamanan jamaah Indonesia.
“Sesuai arahan Wakil Menteri Haji dan Umroh Dahnil Anzar Simanjuntak, kami dari Kementerian Haji dan Umroh terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait jamaah umroh yang sedang berada di Tanah Suci maupun yang akan berangkat,” ujar Fauzi saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu (4/3).
Ia menyampaikan, bagi calon jamaah umroh yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat, pemerintah sementara waktu mengimbau untuk menunda keberangkatan hingga situasi di kawasan Timur Tengah benar-benar kondusif.
“Kami mengimbau kepada jamaah umroh yang akan berangkat dalam waktu dekat agar menunda keberangkatan sementara sampai situasi benar-benar kondusif. Hal ini untuk memastikan keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi,” katanya.
Sementara itu, bagi jamaah yang saat ini tengah menjalankan ibadah di Tanah Suci, Fauzi meminta agar terus berkoordinasi dengan Kantor Urusan Haji di Arab Saudi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah, maupun pihak berwenang lainnya dari pemerintah Indonesia.
Menurutnya, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umroh bersama Kementerian Luar Negeri siap memberikan informasi, pendampingan, serta perlindungan bagi jamaah yang sedang berada di Tanah Suci.
“Pemerintah memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel, dan berbagai fasilitas lainnya tetap memberikan pelayanan dan perlindungan kepada jamaah yang sedang beribadah,” jelasnya.
Ia juga meminta keluarga jamaah yang berada di tanah air untuk tetap tenang karena pemerintah terus memantau situasi dan memastikan keamanan jamaah Indonesia.
Selain itu, bagi jamaah yang akan segera kembali ke tanah air, Fauzi mengimbau agar terus berkomunikasi dengan biro perjalanan masing-masing maupun petugas pemerintah yang bertugas di Tanah Suci.
Apabila terjadi penundaan penerbangan, lanjutnya, maskapai penerbangan telah berkomitmen menyediakan penginapan sementara bagi jamaah. Bahkan jika masa berlaku visa habis, pemerintah Arab Saudi akan memfasilitasi perpanjangan visa bagi jamaah.
“Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Haji dan Umroh akan terus mendampingi seluruh proses hingga jamaah bisa kembali ke tanah air dengan aman,” ujarnya.
Terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 atau 1447 Hijriah, Fauzi memastikan hingga saat ini tidak ada dampak signifikan terhadap proses persiapan haji.
“Persiapan penyelenggaraan haji 2026 berjalan sesuai rencana dan belum ada dampak signifikan. Mudah-mudahan situasi di Timur Tengah segera kembali kondusif sehingga ibadah umat Islam dapat berjalan dengan aman,” pungkasnya.(Angga)












































































































Discussion about this post