KUNINGAN, (FC).- Ratusan warga memadati lokasi Gerakan Pangan Murah yang digelar Polres Kuningan bersama Pemerintah Kabupaten Kuningan di Desa Susukan, Kecamatan Cipicung, Selasa (3/3). Kegiatan tersebut langsung diserbu masyarakat yang ingin mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
Sejak pagi, warga terlihat antusias mengantre untuk membeli berbagai komoditas pangan yang disediakan panitia.
Dalam kegiatan itu, sebanyak 6,5 ton bahan pokok disiapkan untuk masyarakat dan diperkirakan habis dalam waktu kurang dari dua jam akibat tingginya minat warga.
Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, mengatakan Gerakan Pangan Murah merupakan langkah konkret pemerintah daerah bersama kepolisian untuk membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat, karena biasanya di bulan Ramadan menjelang Lebaran harga sembako melonjak. Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat terbantu dan sekaligus menjadi upaya menekan kenaikan harga,” ujar Dian.
Menurutnya, pengendalian harga bahan pokok sangat penting agar daya beli masyarakat tetap terjaga selama bulan suci Ramadan. Pemerintah daerah juga terus berupaya menghadirkan berbagai program intervensi pasar agar kebutuhan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau.
Kapolres Kuningan AKBP Muhamad Ali Akbar menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan gerakan serentak yang dilaksanakan di wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, kegiatan ini juga bertujuan mencegah terjadinya praktik penimbunan bahan pangan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mencegah penimbunan barang dan lonjakan harga. Dengan Gerakan Pangan Murah ini, masyarakat bisa langsung memanfaatkan bahan pangan yang sudah disediakan,” kata Kapolres.
Ia juga mengaku terkesan dengan semangat para ibu rumah tangga yang rela mengantre demi mendapatkan kebutuhan pokok untuk keluarga.
“Pengorbanannya luar biasa. Mereka rela antre demi kebutuhan keluarga,” tambahnya.
Dalam Gerakan Pangan Murah tersebut, panitia menyediakan sembilan komoditas utama dengan harga kompetitif, di antaranya beras Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.500 per liter, daging sapi Rp120.000 per kilogram, daging ayam Rp36.000 per kilogram, telur ayam Rp29.000 per kilogram, cabai Rp28.000 per kilogram, bawang merah dan bawang putih Rp38.000 per kilogram, gula pasir Rp15.500 per kilogram, serta tepung terigu Rp8.000 per kilogram.
Salah seorang warga, Wiwin (30), mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan tersebut. Ia menilai harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran.
“Alhamdulillah sembako yang dijual murah, di bawah harga pasar. Saya beli beras, telur, dan minyak,” ujarnya.
Masyarakat berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah Kabupaten Kuningan sehingga lebih banyak warga dapat merasakan manfaatnya, terutama di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran.(Angga)












































































































Discussion about this post