KOTA CIREBON, (FC).- Sejak berdiri, SDN Cadas Ngampar yang berada disisi kota (disko), tepatnya di Jalan Kopiluhur, Kelurahan Argasunya, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, memiliki sejumlah fasilitasnya tampak sangat memprihatinkan.
Salah satunya yang seharusnya ada di setiap sekolah yakni sarana air bersih, namun ternyata tidak ada. Padahal, air bersih sangat dibutuhkan oleh para guru dan siswa-siswinya.
Diakui Nining, Kepala SDN Cadas Ngampar Kota Cirebon, pihaknya dalam memenuhi kebutuhan air bersih hanya menunggu dan meminta bantuan dari berbagai pihak. Mulai dari Kelurahan Argasunya, warga sekitar, hingga bantuan-bantuan dari donatur. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut pihaknya mengandalkan air hujan yang ditampung.
“Sejak saya bertugas disini tahun 1992, SDN Cadas Ngampar tidak ada sumber air yang bisa di akses. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kebersihan siswa, kami mengandalkan air hujan yang ditadah dari diatas genting,” ujanya, Kamis (26/1).
Selain mengandalkan air hujan, kata Nining, hanya mengandalkan dari bantuan dari donatur melalui Kelurahan dan juga bantuan dari TPA Kopiluhur. Namun, untuk sarana penampungan air bersih, pihaknya telah mendapatkan bantuan berupa toren.
“Kalau tempat air (toren) sudah ada tiga tabung, hanya saja akses untuk air bersih kita belum ada, jadi toren banyak nganggurnya. Kalau untuk air minum, kami membeli air galon,” ungkapnya.
Selama ini pihak SDN Cadas Ngampar Kota Cirebon telah melakukan berbagai upaya, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sekolah, baik dengan cara menggali maupun ngebor. Upaya tersebut gagal karena tidak keluar sumber airnya. Hal ini kemungkinan karena letaknya berada diketinggian dan material tanahnya berupa batuan cadas.
“Kita juga pernah mencoba karena penasaran, meminta bantuan ke Kelurahan Argasunya untuk mendatangkan alat yang bisa mendeteksi sumber air di lingkungan sekolah. Hasilnya dilingkungan sekolah tidak ditemukan sumber air,” katanya.
Selain masalah akses air bersih, menurut Nining, sarana kamar kecil yang dimiliki SDN Cadas Ngampar Kota Cirebon juga belum memenuhi syarat. Dengan jumlah siswa sebanyak 408 siswa, hanya memiliki dua kamar kecil.
“Kami juga terkendala dengan kamar kecil, dengan jumlah 408 siswa hanya memiliki dua kamar kecil dan itu pun belum memenuhi syarat,” jelasnya.
Pihaknya berharap, untuk mengatasi masalah air bersih di SDN Cadas Ngampar Kota Cirebon, ada yang bersedia menjadi donatur tetap yang bisa membantu mengirim air ke sekolah. Selain itu, pihaknya meminta adanya anggaran untuk kebutuhan air bersih.
“Kalau memungkinkan, sedikit bisa menganggarkan, kalau dibolehkan dalam aturan keuangan sekolah yang mana hal ini adalah Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Kalau dibolehkan untuk keperluan itu,” tutupnya. (Agus)












































































































Discussion about this post