KAB. CIREBON, (FC).- Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Barat bersama Satpol PP Kota dan Kabupaten Cirebon laksanakan operasi gabungan penegakan Prokes.
Hal ini dilakukan dalam rangka menindaklanjuti wilayah Kota Cirebon berdasarkan hasil evaluasi Satgas pusat, sudah masuk dalam kategori zona merah.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Barat M. Ade, bahwa kedatangan pihaknya yang kemudian berkoordinasi dengan Satpol PP Kota maupun Kabupaten.
Dikarenakan, kondisi Kota Cirebon yang masuki zona merah. Tidak hanya itu, dalam giat ini juga terdapat fasilitas rapid antigen masyarakat yang berlalu lalang keluar masuk Kota dan Kabupaten.
“Kami dari satgas provinsi bersama satgas kota dan kabupaten Cirebon. Juga, fasilitasi rapid antigen masyarakat bagi yang melakukan perjalanan lintas batas. Apakah itu masuk ke wilayah Cirebon? atau keluar wilayah Cirebon,” jelasnya, Sabtu (30/5)
Dikatakannya, fasilitas rapid antigen dilakukan untuk melihat, apakah ada yang terpapar atau tidak. Tidak hanya, itu, upaya ini juga ingin mengukur kepatuhan masyarakat terhadap Prokes 3M.
Oleh karenanya operasi ini dilakukan di dua titik di Tuparev, yaitu depan PDAM sebelum memasuki wilayah Kabupaten dan depan Gedung CBC sebelum masuk wilayah Kota.
“Tujuannya untuk melihat apakah ada yang terpapar Pandemi Covid-19 atau tidak. Kemudian juga, mengukur kepatuhan masyarakat terhadap prokes. Khususnya 3M dilokasi tempat kita operasi. Disini tuparev ada dua titik operasi yaitu cbc wilayah kabupaten. Dari kota ke kabupaten di depan PDAM,” terangnya.
Dengan, target 1500 rapid antigen selama 3 hari kedepan hingga hari Senin 31 Mei mendatang. Diungkapkannya, dari pihaknya yaitu Dinkes Provinsi telah disupport sebanyak 600 alat rapid antigen.
“Kita operasi rencana sampai hari senin. Sebetulnya kalau dengan rapid tes antigennya ya kita dari dinkes provinsi sudah mensupport sekitar 600 rapid antigen. Semoga di kota dan kabupaten tersedia 600 juga, Jadi kalau dihitung dalam 3 hari masyarakat kota dan kabupaten menyadari pentingnya rapid antigen. Berarti target sekitar 1500 dapat diberikan kepada masyarakat,”ujarnya.
Selain dibatas wilayah, ia mengatakan dilakukan beberapa patroli wasdak dikelurahan Larangan dan Sukapura. Kemudian, pengawasan terhadap posko PPKM pelaksanaan isoman. Terakhir melakukan patroli senyum.
“Monitoring posko PPKM pelaksanaan isolasi mandiri, kemudian patroli senyum kan klo patroli dipelototin kan kabur. Nanti, Seluruh yang duduk-duduk jalan kaki, semuanya termasuk wartawan yang bertugas bisa ikut rapid antigen apalagi tidak perlu bayar,”pungkasnya. (Sarrah)










































































































Discussion about this post