KAB. CIREBON, (FC).- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Cirebon mencatat, bahwa kerusakan pada ruang kelas yang ada di dinasnya hanya mencapai ratusan bukanlah ribuan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H Ronianto menjelaskan, ruang kelas yang terjadi kerusakan se-Kabupaten Cirebon adalah ruang kelas pada Sekolah Dasar (SD) ada sekitar 700 ruang kelas dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ada sekitar 80-an ruang kelas.
“Jadi kalau 2000 ruang kelas itu data dari mana? Di kita (Kabupaten Cirebon) hanya ada 780-an ruang kelas yang rusak. Segitu pun dirata-ratakan adalah per sekolah satu ruang kelas yang rusak,” beber Ronianto, Rabu (6/8).
Dari ratusan ruang kelas, lanjut Ronianto, memang membutuhkan anggaran sebesar kurang lebih Rp300 miliar. Karena lanjut Ronianto, kalau kerusakan sedang maupun ringan dalam waktu satu sampai dua tahun kerusakannya pasti akan bertambah.
“Karena itu kita perlu kolaborasi anggarannya. Kami hitung untuk SD saja sekitar Rp250 miliar. Kalau ingin tuntas semua ya sekitar Rp300 miliar,” jelas Roni sapaan akrabnya.
“Sharing dari pemprov belum ada, kami masih belum mendapatkan kepastian anggaran bantuan provinsi (banprov),” imbuhnya.
Saat ditanya dalam satu tahun untuk merehab ruang kelas yang rusak kemampuannya berapa dari APBD Kabupaten Cirebon, Roni menyatakan, pihaknya paling mampu sekitar 50-100 ruang kelas. Apalagi sekarang fokusnya ke infrastruktur jalan juga.
“Untuk 2026 katanya fokus sementara ke infrastruktur. Pendidikan ada sih 20 persen, itu kewajiban. Tapi untuk saat ini masih menjadi evaluasi. Pak Gubernur juga kan mengevaluasi tentang infrastruktur yang lain,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, ribuan ruang kelas Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Cirebon rusak, tak hanya rusak, sekolah-sekolah tersebut juga belum memiliki toilet.
Data yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon menyebutkan ruang kegiatan belajar (RKB) yang rusak untuk SD dan SMP mencapai 2000 kelas. Dari jumlah tersebut, alokasi APBD Kabupaten Cirebon tahun 2025 hanya bisa memperbaiki 700 ruang kelas saja.
Bupati Cirebon, Imron mengatakan, untuk perbaikan 2000 ruang kelas rusak tersebut dibutuhkan anggaran Rp500 miliar.
“Selain itu di Kabupaten Cirebon masih banyak sekolah yang toiletnya masih kurang. Kira-kira toilet ini 5.000-an. Tahun sekarang 2025 baru (dibangun)1.300-an,” jelas Imron dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan, Subang. (Ghofar)











































































































Discussion about this post