KAB. CIREBON, (FC).- Chairul Wahidin, Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon menginginkan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di koordinir langsung oleh mahasiswa, terkait mengantisipasi wabah virus corona, Senin (6/4).
Chaerul mengatakan, untuk memastikan BLT bisa sampai langsung ke tangan masyarakat-masyarakat desa, mahasiswa yang akan mengkoordinir pembagian tersebut secara sukarela.
“Pertides itu kan mengawal dana desa (DD), saya harap pemerintah pusat bisa segera membuat perintah resmi untuk pelibatan mahasiswa memberi BLT ke desa-desa, agar dana tersebut bisa di kalkulasikan sehingga tersusun rapi,” jelas Chaerul.
Menurut Chaerul, semua mahasiswa bisa menjadi sukarelawan bagi desa, terutama yang aktif di desa. Nantinya tugas mahasiswa yang menjadi sukarelawan adalah mendata masyarakat di desa-desa secara rinci yang layak untuk menerima BLT.
“Nah setelah di data, saya harap agar bagaimana agar dana itu tidak hanya di konsumsi, akan tetapi bisa di kumpulkan untuk modal lalu di ajarkan keterampilan, sehingga dana tersebut tidak hanya jalan di tempat, tapi bisa terus mengalir dengan sendirinya,” ungkap Chaerul.
Sementara itu, Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Cirebon, Arif Nurudin menambahkan, banyak mahasiswa UMC yang mengikuti berbagai organisasi masyarakata atau organisasi di perangkat desa bisa untuk membantu kepentingan masyarakat.
“Di UMC ini ada Mahasiswa Karang Taruna, ada Mahasiswa Persatuan Perangkat Desa, ada Mahasiswa Persatuan Kuwu, dan ini semua merupakan hal spesifik yang dimiliki oleh UMC,” kata Arif. (Indah)











































































































Discussion about this post