KUNINGAN, (FC).- Setelah vakum selama kurang lebih 2 tahun karenq Covid-19, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan menggelar pelatihan untuk para pembina PMR Madya dan PMR Wira.
Pembina PMR Madya terdiri dari guru-guru SMP/MTs. Sedangkan Pembina PMR Wira terdiri dari guru-guru SMA/SMK/MA. Agenda itu berlangsung di Vila Kampung Gunung Desa Gunungkeling Kecamatan Cigugur.
Para peserta pelatihan terlihat sangat antusias mendapat materi kepalang merahan, donor darah, penanggulangan bencana, sekolah aman bencana dan praktek pertolongan pertama pada kecelakaan.
Acara pelatihan yang dibuka langsung ketua umum PMI Kuningan Ika siti rahmatika itu juga dihadiri juga oleh Kadisdik, Kadinkes, perwakilan MKKS, seluruh pengurus PMI Kuningan, dan dewan kehormatan PMI Kuningan.
ketua PMI Kuningan Ika Siti Rahmantika menyampaikan, Palang Merah Indonesia adalah lembaga kemanusiaan non pemerintah yang selalu bergerak terdepan dalam kegiatan penanganan kebencanaan, terutama dalam pelaksanaan tanggap darurat bencana, kesiap siagaan bencana, pelayanan kesehatan, dan donor darah.
“Untuk itu PMI selalu berkoordinasi dengan lembaga lembaga pemerintah seperti Dinas Kesehatan, Dinas pendidikan, Satpol PP, BPBD serta lembaga non pemerintah dan relawan kemanusiaan lainnya seperti PMR ( Palang Merah Remaja), KSR (Korp Suka Rela), TSR ( Tenaga Suka Rela ), relawan donor darah dan relawan kemanusiaan lainnya,” jelas Ika.
Dengan diadakannya pelatihan kali ini, Ika berharap para pembina PMR Madya dan Wira dapat menambah kapasitas dan wawasan serta dapat menularkannya kepada anggota PMR dan lingkungan sekolahnya, dan juga lingkungan tempat tinggalnya baik secara teori maupun prakteknya.
“Dan juga besar harapan untuk dapat membantu sosialisasi terkait donor darah dan penerapan PHBS ( Pola Hidup Bersih Sehat),” ujar Ika. (Ali)
















































































































Discussion about this post