Para PKL, kata dia, bukannya tidak tahu aturan. Tapi akibat lemahnya manajemen perusahan yang membiarkan beberapa buruh pabrik nyambi jualan di dalam area pabrik, maka pihaknya pun akan melakukan hal serupa.
“Iya dong, masa mereka bisa berjualan minuman dan nasi bungkus di dalam area pabrik boleh, kami para PKL tidak boleh, yang benar saja lah,” ucapnya kesal.
Perlu diketahui oleh pihak pengusaha, kata Amin, masyarakat di sekitar pabrik membebaskan lahan sawahnya untuk pembangunan pabrik garmen tersebut dengan harapan masyarakat disini bisa mendapat kehidupan dari aktivitas pabrik ini.
“Kami para PKL disini tidak melarang buruh pabrik ikut nyambi berjualan. Tapi dengan satu catatan, yuk bareng-bareng berjualannya di luar area pabrik, dan barang dagangannnya jangan ikut dibawah masuk,” pungkas Amin yang diamini PKL lainnya.











































































































Discussion about this post