MAJALENGKA, (FC), – Dari tangan-tangan ibu rumah tangga di Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, lahirlah harapan baru. Di kebun kecil yang dulunya kosong, kini tumbuh labu madu yang manis dan bernilai jual tinggi.
“Alhamdulillah, sudah menuai hasil. Ini ada Labu Madu harganya mencapai Rp20 ribu per kilogram, biasa kita jual. Insyaallah, kelebihannya tahan lama bisa sampai enam bulan,” tutur Ketua Kelompok Wanita Tani Bongas Wetan Indah, Wiwi Kustiwi (45), saat ditemui di kediamannya, Desa Bongas Wetan, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka, Senin (15/9).
Menurut Wiwi, panen bis tiga sampai empat bulan sekali. Hal ini memberi tambahan penghasilan bagi keluarga, sekaligus menghidupkan kembali lahan desa.
Sejak 2018, Pertamina EP membina kelompok wanita tani di Bongas Wetan melalui program hortikultura berkelanjutan.
Selain menanam sayuran, mereka juga mengolah hasil panen menjadi produk olahan, seperti dodol labu madu. Dukungan perusahaan tidak hanya sebatas modal, tapi juga pendampingan agar masyarakat mampu mengelola hasil bumi secara produktif.
Cerita serupa bergema di Desa Girimukti, Kecamatan Argapura. Lereng Gunung Tilu yang rawan longsor kini hijau oleh ribuan bibit pohon.
Sejak 2023, ±9.942 pohon buah telah ditanam di lahan ±6,3 hektare, dengan target 10.718 pohon menutup area 23,27 hektare. Mangga, petai, alpukat, hingga nangka dipilih agar selain menjaga ekologi juga memberi manfaat ekonomi. Kelompok Tani Hutan Tani Mandiri ikut merawatnya, memastikan bibit tumbuh dan memberi harapan baru bagi generasi mendatang.
Di sektor pertanian, Pertamina EP Zona 7 juga menjalankan Program Jari Tangan (Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan). Dari kotoran ternak, lahirlah pupuk organik. Tahun 2024, produksinya mencapai 4.065 kilogram pupuk padat dan 2.580 liter pupuk cair, dengan omzet sekitar Rp84,7 juta.
Bagi petani Majalengka, ini bukan sekadar tambahan pendapatan, tapi bukti bahwa bertani ramah lingkungan bisa berjalan seiring dengan kesejahteraan.
Fondasi dari semua program ini adalah budaya HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) yang menjadi denyut nadi operasi Pertamina EP Zona 7.
Hal itu ditegaskan dalam media gathering bertajuk Pengenalan Aspek HSSE Industri Hulu Migas, Senin (8/9/2024) di HSSE Training Center, Cirebon.
“Di industri kami, keselamatan adalah fondasi. Ini bukan sekadar aturan, tapi bentuk komitmen kami terhadap nyawa manusia, lingkungan, dan keberlangsungan operasi,” kata Instruktur HSSE PEP Zona 7, Mohammad Bimo Prabowo. saat media gathering beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan tiga HSSE Golden Rules: Patuh, Intervensi, Peduli. Setiap pekerja dibekali keberanian untuk mengingatkan, menghentikan potensi bahaya, dan patuh penuh terhadap prosedur. Para peserta juga dikenalkan Sistem Kerja Aman (SIKA), protokol tanggap darurat, serta Corporate Life Saving Rules (CLSR).
Keseriusan komitmen keselamatan juga ditegaskan Head of Communication, Relations & CID PEP Zona 7, Wazirul Luthfi.
Menurutnya, industri hulu migas penuh risiko sehingga perlu dukungan media untuk menyuarakan pesan keselamatan bagi internal maupun masyarakat luas.
“Kami sadar bahwa industri hulu migas adalah sektor berisiko tinggi, bertumpu pada teknologi tinggi, dan memerlukan investasi tinggi. Karenanya, keterlibatan media sebagai mitra strategis akan memperkuat pesan-pesan keselamatan, tidak hanya bagi internal, tetapi juga untuk masyarakat luas,” jelas Wazirul.
Keterkaitan antara keselamatan, lingkungan, dan masyarakat tampak nyata di Majalengka. Dari bibit pohon yang menghijaukan Gunung Tilu, pupuk organik yang diolah petani, hingga labu madu yang dipanen ibu-ibu desa, semuanya berangkat dari komitmen yang sama, yaitu menjaga manusia dan alam agar energi terus mengalir.
Keselamatan Adalah Masa Depan
Kisah di Majalengka ini menegaskan bahwa budaya HSSE tidak berhenti di pagar perusahaan. Ia hidup di kebun desa, di lahan reboisasi, dan di dapur keluarga.
Pertamina EP Zona 7 membuktikan bahwa keselamatan bukan hanya kewajiban teknis, tetapi energi paling berharga untuk keberlanjutan. Dari Majalengka, sebuah pesan besar bergema, yakni keselamatan adalah nyawa, keselamatan adalah masa depan.(Munadi)












































































































Discussion about this post