MAJALENGKA, (FC).- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majalengka menyebutkan proyek pembangunan gerai penunjang Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Panyaweuyan di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura yang ambruk telah gagal dalam perencanaan.
Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua DPRD Majalengka Asep Eka Mulyana usai mengelar rapat dengan Disparbud dan DPUTR di gedung DPRD setempat, Rabu (10/11).
Menurutnya, sampai saat ini dewan belum menerima dokumen terkait kegiatan, termasuk hasil kajiannya.
“Oleh karena itu, langkah selanjutnya meminta kelengkapan dokumen karena kesimpulan sementara kami patut diduga ada kegagalan perencanaan sehingga untuk memastikannya kami minta dokumen dan akan mengaudit independen soal ini, sehingga bisa lebih mendapat kepastian apa yang sebenarnya terjadi,” ujar Asep selepas kegiatan, Rabu (10/11).
Dikatakan Eka, pihaknya kembali memanggil dua dinas tersebut yakni Disparbud dan DPUTR. Namun, dalam pertemuan kali ini, kedua dinas dan konsultan pengawas hadir. Tetapi tidak terlihat konsultan perencanaan.
“ Padahal, baik konsultan perencanaan maupun pengawas menjadi penanggung jawab atas apa yang telah terjadi di lapangan,” katanya.
Selain belum mendapatkan dokumen terkait kegiatan, Eka mengatakan, dugaan kegagalan perencanaan juga berangkat dari sisi pembiayaan. Selain itu, ada juga sifat teknis yang ternyata tidak ada dalam tahapan perencanaan.
“Termasuk studi kelayakan, Survei Investasi Desaign (SID) dari informasi yang kami peroleh tidak ada di Detail Engineering Desaign (DED) termasuk dokumen DED belum kami terima,” ucapnya.
Terkait kelayakan tanah yang menjadi penopang gerai tersebut, pihaknya akan mendalami. Termasuk adanya keteledoran para konsultan dalam membuat gerai penunjang wisata Panyaweuyan Majalengka tersebut.
“Uji kelayakan tanah juga masih akan kita dalami. Belum menyimpulkan mana yang teledor karena ini bukan pertemuan terakhir, masih ada pertemuan lain,” jelas dia.
Seperti diketahui, proyek pembangunan gerai ODTW Panyaweuyan di Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka ambruk. Belum diketahui penyebab ambruknya bangunan senilai Rp 4 miliar lebih tersebut.
Proyek bangunan gerai yang masih dalam tahap pengerjaan dan berlokasi di jalur menuju objek wisata Panyaweuyan di Desa Sukasari Kaler Kecamatan Argapura Kabupaten Majalengka milik Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Majalengka. Rencananya, gerai tersebut akan menjadi penunjang objek wisata di kawasan tersebut untuk para pengunjung.
Menurut Kepala Disparbud Majalengka Iding Solehudin mengatakan, proyek tersebut diproyeksikan menghabiskan anggaran Rp 4,1 miliar. Namun, menurut Kadis Iding, anggaran yang telah dikeluarkan baru sekitar 30 persennya.
“Sementara, pengerjaan sudah mencapai sekitar 60 persen,” kata Iding singkat. (Munadi)















































































































Discussion about this post