KOTA CIREBON, (FC).– Penjualan ayam potong di Pasar Kanoman, Kota Cirebon mengalami penurunan yang signifikan, penurunan penjualan tersebut dampak Covid-19 yang saat ini tengah mewabah di Indonesia.
Penurunan juga akibat adanya himbuan Pemerintah agar tidak berkumpul dan tetap tinggal di rumah.
Hal tersebut diungkapkan, Santi (42), salah seorang penjual ayam potong di Pasar Kanoman. Menurutnya penurunan jumlah pembeli daging ayam ini sudah berlangsung semenjak Pendemi Covid-19 merebak.
“Pembelian penurunan hingga 70% semenjak virus Corona menyerang,”ucap Santi, Kamis (26/3).
Saat ditanya masalah harga dan stok, Santi mengatakan harga dan stok stabil. “Untuk harga relatif stabil sekitar Rp.33.000/kg tidak seperti ketika adanya wabah flu burung, cuma untuk jumlah pembeli yang berkurang drastis,” kata Santi.
Santipun mengatakan jumlah stok masih aman dan banyak. “Untuk stok masih banyak, karena yang mengambil ayam di daerah Jakarta sedikit, jadi untuk stok Alhamdulillah masih banyak,” bebernya.
Ia berharap agar wabah Covid-19 ini cepat berakhir. Agar perekonomian kembali normal, karena dampak Corona sangat luar biasa terhadap ekonomi. “Ya harapan kedepannya wabah Covid-19 ini cepat berakhir, dan penghasilanpun stabil, dan semua masyarakat sehat selalu,” ungkapnya
Salah seorang pembeli, Ice (50) kepada FC saat menanggapi penurunan pembelian ayam potong di Pasar Kanoman yang terjadi beberapa minggu ini. “Dengan adanya wabah Corona ini pembeli takut untuk keluar rumah, apalagi pasar tempat orang sering bersentuhan,” kata Ice (50).
Ice mengatakan harga daging ayam masih stabil seperti hari-hari biasa. Hanya saja pembeli menurun. “Alhamdulillah harganya masih stabil, kualitas ayamnya juga bagus,” singkatnya. (Sakti)










































































































Discussion about this post