“Mereka (pemudik, red) rata-rata curi start mudiknya. Sebelum DKI Jakarta ditutup,” imbuhnya.
Saat disinggung mengenai jumlah angka warga Kabupaten Cirebon yang mudik, Iwan belum dapat menyampaikan data riil angkanya. Akan tetapi pihaknya harus meminta terlebih dahulu kepada dinas terkait. “Apalagi kalau sampai konon ada wacana penyegatan di tol, itu belum ada. Hanya saja untuk pembahasan soal itu sudah akan dijadwalkan,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Cirebon sekaligus Ketua Gugus Tugas Kabupaten Cirebon, H Imron Rosyadi menyatakan, Kabupaten Cirebon belum akan melakukan karantina wilayah. Yang ada adalah mungkin karantina per desa ataupun kecamatan. Karena arahan dari Gubernur tidak ada penutupan wilayah tingkat Kabupaten.
“Dari luar sudah masuk ada 1.003 orang pemudik. Saya berharap kepada seluruh warga yang berada dalam perantauan kalau bisa jangan mudik dulu. Dan antisipasinya kami sudah panggil FKKC untuk menganjurkan agar tiap desa membuat satgas relawan Covid-19. Yang tugasnya adalah untuk melaporkan jika ada pendatang khususnya dari daerah yang zona merah. Kalau bisa walaupun orangnya masih sehat cepat dibawa ke sport center untuk di tes,” kata Imron Rosyadi.
Imron menambahkan, ada laporan bahwa santri-santri dari Kediri ada 11 bus akan dipulangkan ke Cirebon. “Ya kalau bisa, santri sebelum ke tempatnya ada pengecekan dulu,” tukasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post