“Untuk tahun 2020, kami akan bangun gapura dan jembatan terlebih dahulu. Kami memanfaatkan tanah bengkok, yang semula disewakan kepada masyarakat, sekarang kita manfaatkan untuk pembangunan Desa Wisata, kurang lebih 10 hektare luasnya,” ujarnya.
Wawan menambahkan, dalam pembangunan Desa Wisata, selain dari Dana Desa, pihaknya telah membuat pengajuan pendanaan ke pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten.
“Untuk tahun ini, sebagai Desa EMAS, kami mendapatkan bantuan anggaran dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp225 juta dan Pagu Indikatif Kewilayahan sebesar Rp150 juta,” jelasnya.
Dengan dibangunnya Desa Wisata, Wawan berharap mampu memberikan kesejahteraan bukan hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah desa dan kelembagaan masyarakat desa.
















































































































Discussion about this post