KAB.CIREBON, (FC).- Kondisi Pasar Sumber kian memprihatinkan. Pedagang di dalam pasar menjerit akibat maraknya pedagang yang berjualan di luar area pasar.
Keberadaan lapak-lapak di depan pintu masuk disebut-sebut membuat pembeli tak lagi masuk ke dalam, sehingga omzet pedagang resmi terus merosot.
Fenomena ini bukan baru terjadi. Salah seorang pedagang, Nanang Suparto, mengaku persoalan tersebut sudah berlangsung sekitar lima tahun terakhir tanpa solusi tegas dari pengelola.
“Pedagang di dalam juga ingin ada pembeli. Jangan sampai pembeli dihadang pedagang yang di luar,” tegas Nanang, Jumat (13/2).
Menurutnya, sebagian pedagang yang kini berjualan di luar diduga merupakan pedagang baru. Bahkan, ada pula pedagang lama yang memilih keluar dari dalam pasar karena tak tahan sepinya pembeli.
Para pedagang menilai kondisi ini ironis. Pasalnya, Pasar Sumber berada di pusat pemerintahan dan dekat dengan aparat penegak aturan. Namun hingga kini, penertiban dinilai belum maksimal.
“Kami malu sama Pasar Desa Caplek. Di sana cuma dijaga dua hansip tapi bisa tertib. Di sini dekat mana-mana, tapi pedagang luar tetap bebas,” keluh Nanang.
Pedagang lainnya, Mulyani, mengungkapkan bahwa sejak awal ada kesepakatan pedagang luar hanya boleh berjualan hingga pukul 07.00 WIB. Namun kenyataannya, mereka tetap berjualan hingga siang hari, bahkan sampai pukul 12.00 WIB.
“Dulu sudah ada komitmen. Tapi sekarang sampai siang masih jualan. Kami minta ketegasan pengelola pasar supaya aturan ditegakkan,” ujarnya.
Pedagang dalam pasar berharap ada langkah nyata dan tegas untuk menertibkan lapak di luar area pasar. Mereka menuntut keadilan agar pembeli bisa merata dan roda perekonomian di dalam pasar kembali hidup. (Ghofar)











































































































Discussion about this post