Pihaknya butuh waktu untuk sosialisasi kepada para pedagang. Namun beberapa langkah dari hasil musyawarah sudah dipersiapkan, yakni pada hari Rabu (3/6) pasar akan dititup dan akan dilakukan penyemprotan disinfektan.
Kemudian juga pengelola pasar akan mempersiapkan protokol kesehatan di pasar dengan memasang tempat cuci tangan dan memasang blower penyemprot desinfektan di pintu masuk pasar.
“Tergantung nanti apakah setelah kita persiapkan protokol kesehatan apa bisa dibuka kembali atau nunggu beberapa waktu, kami usahakan hanya sehari penutupan,” harapnya.
Sementara terkait salah seorang pedagang, yang diketahui menjual buah dan sayur dengan identitas perempuan berusia 53 tahun merupakan warga tetangga desa.
Dari keterangan Kuwu Desa Pabuaran Wetan, Abdullah Machsus memaparkan bahwa pedagang yang dimaksud diketahui hanya beraktifitas dari rumah ke pasar setiap harinya.
Hanya diakui memang memiliki riwayat penyakit asam lambung. Ada kemungkinan besar terpapar ketika beraktifitas di pasar Pabuaran Kidul, mengingat pasar tersebut terbilang sangat padat dan jam pasar hampir 24 jam setiap harinya.
“Kalau riwayat pernah ke daerah episentrum maupun bersentuhan dengan keluarga yang berasal dari daerah episentrum tidak ada. Setiap hari aktifitasnya hanya dari rumah ke pasar dan pulang lagi ke rumah, begitu setia harinya,” ungkapnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post