MAJALENGKA,(FC). – Sebagian orang tua di wilayah Kabupaten Majalengka meminta agar pembelajaran tatap muka di sekolah, baik itu SD, SMP ataupun SMA kembali dibuka.
Mereka menilai adanya pembelajaran tatap muka akan meningkatkan efektivitas pembelajaran terhadap anak-anaknya.
Salah satunya Ratnasari, dia menilai adanya pembelajaran tatap muka akan membantu anak dalam bersosialisasi.
Selain itu, ia juga menilai banyak sekali anak-anak yang sudah jenuh atas sistem pembelajaran daring.
“Iya kita ingin pembelajaran secara tatap muka segera dibuka kembali, lagian udah lama banget kan online. Kasihan anak, mau ketemu teman-temannya nggak bisa. Bosen di rumah,” kata Ratnasari warga Kecamatan Ligung, Rabu (24/2).
Selain itu Ratna biasa disapa, mengaku tidak khawatir terhadap Corona, jika anak-anak mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.
Dari menjaga jarak, mencuci tangan, hingga memakai masker. Mereka akan menganjurkan hal tersebut kepada anak-anaknya nanti.
“Kita kan sekarang ke mana-mana juga sudah harus patuh protokol kesehatan semuanya, bisa pakai masker, hand sanitizer, cuci tangan dan menjaga jarak serta tidak berkerumun,” ucapnya.
Senada dengan Ratnasari, orang tua siswa yang lainnya Hasanudin juga setuju sekali jika ada kebijakan sekolah tatap muka dibolehkan kembali. Dia mengaku anaknya mengeluh bosan belajar secara online.
“Iya itu anak saya juga ngeluh bosen terus, pengen ketemu teman-temannya. Katanya pengen sekolah tatap muka aja, lagian udah berapa bulan ini online terus kan,” ungkapnya.
Harapan belajar tatap muka juga diinginkan para netizen. Mereka menginginkan kembali belajar tatap muka. Namun, harapan tersebut untuk sementara ini akan kandas.
Pemerintah belum akan memberlakukan pembelajaran tatap muka kembali. Hal tersebut bertujuan untuk mengantisipasi adanya penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.
Apalagi, Kabupaten Majalengka saat ini masih terjadi mengalami peningkatan angka terkonfirmasi positif Covid-19. (Munadi)














































































































Discussion about this post