Sebelum mendapatkan bantuan tersebut, sambung Yuningsih, para nelayan sebagai calon penerima bantuan akan diikutkan Bimtek oleh pihak penyedia alat bantuan.
Sehingga, butuh sosialisasi yang masif untuk memberikan pemahaman kepada nelayan agar bantuan tersebut nantinya tidak sia-sia karena manfaatnya sangat besar.
Alat tersebut akan terhubung dengan operator yang nanti dibangun tower di sekitar PPI Gebang, kemampuan 1 tower bisa diperuntukkan 50 smart fishing yang dibawa nelayan melaut.
Bantuan sebanyak 37 unit smart fishing jauh dari jumlah seluruh perahu nelayan di Gebang yang jumlahnya sekitar 5.386. Namun nantinya satu alat bisa dimanfaatkan oleh beberapa perahu. Perahu-perahu itu akan mengikuti satu perahu yang dipasang alat.
“Nanti melalui dana reses mulai tahun 2021 kami akan mengalokasikan setiap tahun 100 unit agar secara bertahap nelayan Gebang bisa lebih moderen dan akan mampu meningkatkan hasil tangkapannya,” harapnya.
Yuningsih menambahkan, selain melakukan sosialisasi rencana bantuan smart fishing, pihaknya bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat juga melakukan kunjungan ke sungai Maskumambang di Blok Karanganyar, Desa Gebangkulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon dimana sungai tersebut dengan jarak sekitar 1 km sudah rata dengan lumpur.












































































































Discussion about this post