KAB. CIREBON, (FC).- Sebuah minibus yang berisikan satu keluarga tertampar kereta api yang melaju dari Jakarta menuju Tegal.
Tepatnya di Kilometer 202+820, termasuk Desa Kalimeang Blok Cilodas Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, Sabtu malam (6/8) sekitar pukul 20.45 WIB. Akibat kejadian tersebut, empat penumpang tewas, sementara satu penumpang selamat.
Dari informasi yang dihimpun, minibus yang berisi 5 orang yang masih satu keluarga tersebut, pulang dari acara Haul Pesantren Buntet. Sekaligus membawa anaknya yang mondok di pesantren setelah mengikuti khataman.
Diduga karena ingin menghindari kemacetan, minibus yang berisi suami istri, kedua anaknya dan satu orang tetangganya tersebut mencari jalan alternatif. Yakni melalui jalan Karangsembung- Ender.
Namun nahas, di jalur kereta api tanpa palang pintu tersebut, minibus tertemper kereta api yang melintas. Minibus sempat terseret dan terbakar. Empat penumpang tewas, sementara satu orang yang merupakan anak bungsu pasangan suami istri tersebut selamat.
Kapolres Kota Cirebon Kombespol Arif Budiman melalui Kapolsek Karangsembung AKP Sutarja mengungkapkan, kronologis kejadian bermula saat korban yang mengendarai kendaraan minibus No Pol G 1197 MG.
Minibus melaju dari arah Jalan Raya Karangmalang Kecamatan Karangsembung menuju Jalan Raya Getrakmoyan Kecamatan Pangenan.
Disaat melintasi rel kereta tanpa palang pintu tertabrak oleh KA Argo Cheribon. KA tersebut masinis Andi Triwibowo dan Aji Setiawan yang melaju dari arah jakarta menuju Tegal di km 202+820. Kejadian tersebut mengakibatkan mobil terlempar sekitar 100 meter tepatnya dikilometer 202+7/8 .
“Kejadian temper kereta tersebut terjadi di Petak Jalan Waruduwur-Babakan Kilometer 202+820 termasuk Desa Kalimeang Blok Cilodas Kecamatan Karangsembung Kabupaten Cirebon, pada Sabtu malam sekitar pukul 20.45 WIB,” ujarnya.
Atas kejadian tersebut menurut Kapolsek, empat penumpang kendaraan minibus yang tertemper kereta meninggal dan satu orang selamat. Korban yang meninggal teridentifikasi atas nama Ahmad Zaeni (42) warga Desa Kalibuntu Blok Bonjot Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.
Saropah (40) warga Desa Kalibuntu Blok Bonjot Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Noerdiah Rahmawati Zaeni (22) warga Desa Kalibuntu Blok Bonjot Kecamatan Losari Kabupaten Brebes. Siti Nurkhasanah Mandasari (40) , warga Blok Kalibuntu Rt.04 Rw.003 Desa Kalibuntu Kecamatan Losari Kabupaten Brebes.
“Dari lokasi kejadian petugas mengamankan satu unit minibus dengan No Pol G 1197 MG, KTP, Kartu BPJS, tas warna coklat, dompet warna hitam merah dan 4 buah handphone,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 3 Cirebon, Suprapto membenarkan adanya kecelakaan antara KA Argo Cheribon yang merupakan relasi dari stasiun Gambir, Cirebon berakhir di Stasiun Tegal dengan sebuah mobil minibus di perlintasan tanpa palang pintu antara Stasiun Waruduwur dan Babakan.
“Dimana sebuah mobil minibus tertemper KA Argo Cheribon tanpa palang pintu, namun ada rambu-rambu lalu lintas, atas kejadian tersebut mengakibatkan lokomotif KA Argo Cheribon mengalami kerusakan dan mobil rusak berat dan terbakar yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia,” katanya.
Ia menjelaskan paska kejadian kecelakaan tersebut perjalanan kereta api mengalami sedikit keterlambatan. “Ada tiga KA yang mengalami keterlambatan yakni KA Argo Cheribon, KA Matarmaja dan KA Ciremai,” ungkap Suprapto.
Suprapto menjelaskan Argo Cheribon relasi Stasiun Gambir – Stasiun Cirebon – Stasiun Tegal yang terlambat hingga 136 menit, karena mengalami tabrakan. Hal itu dikarenakan lokomotif yang menarik rangkaian gerbong kereta api rusak, sehingga harus diganti lokomotif bantuan dari Dipo Daop 3 Cirebon.
“KA Matarmaja terlambat 15 menit dan KA Ciremai terlambat 30 menit, karena perlintasan di TKP dipenuhi warga sehingga harus disterilisasi dulu,” katanya.
Suprapto memastikan, usai peristiwa itu perjalanan kereta api di wilayah PT KAI Daop 3 Cirebon sudah kembali normal. Saat ini, perjalanan kereta api yang menuju Jakarta dan Bandung maupun sejumlah daerah di wilayah Jawa Tengah tetap normal seperti biasanya. “Saat ini, tidak ada kereta api yang terlambat, semuanya tetap sesuai jadwal,” katanya.
Lebih lanjut, Ia menghimbau kepada masyarakat yang akan melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu agar selalu waspada. “Sebelum melintasi perlintasan tanpa palang pinti diharapkan agar melihat kanan kiri terlebih dahulu kalau dirasa aman dan tidak ada kereta api yang melintas baru melanjutkan,” ungkap Suprapto.
Suprapto mengatakan pihaknya selalu koordinasi dengan pemerintah daerah untuk titik-tikik perlintasan sebidang tanpa palang pintu. “Kalau titik perlintasan sebidang sangat berbahaya itu harus segera di tutup oleh pemerintah daerah,” katanya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post