KOTA CIREBON, (FC).- Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) yang kini menjabat Kepala Inspektorat Daerah Kota Cirebon Asep Dedi, terkonfirmasi positif Covid-19. Ini menambah deretan panjang pejabat di Kota Cirebon yang terinfeksi virus tersebut.
Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati membenarkan informasi ini. Namun Eti belum memiliki informasi terkait kondisi Asep Dedi saat ini dan dirawat dimana, apakah di rumah sakit atau isolasi mandiri.
“Iya Pak Asep Dedi terkonfirmasi positif Covid-19. Tapi saya belum tahu secara detil kondisinya saat ini dan dimana beliau dirawat,” jelas Eti kepada FC, Selasa (24/11).
Sementara itu, Kadinkes Kota Cirebon Edy Sugiarto mengatakan, tracing terus dilakukan oleh jajaran Dinkes.
Angka saat ini yang ada, masih dimungkinkan naik setiap saat, karena hasil tracing yang kemudian dilakukan swab test, bisa naik jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Namun ada juga kabar baiknya, dari pasien yang melakukan isolasi mandiri di Hotel Langensari dan Onos, ternyata tingkat kesembuhannya cukup tinggi. Angka persentasenya mencapai 83 persen. Disusul dengan yang melakukan isolasi di rumah sakit yang ada di Kota Cirebon.
“Termasuk anak saya, sudah dua kali dilakukan swab test, hasilnya negatif. Artinya sudah dipastikan sembuh,” ungkapnya.
Jadi yang terkonfirmasi positif dan kini melakukan isolasi mandiri bisa sembuh. Dengan pemberian obat Azitromycin, Aseltramifir, Vitamin C dosis tinggi dan asupan makanan yang tinggi kalori serta protein tinggi. Ini sudah dilakukan oleh Dinkes Kota Cirebon dan kesembuhan mencapai 83 persen.
Edi juga menginformasikan, untuk yang positif Covid-19 klaster Apotek Pasuketan sudah sembuh semua. Tinggal beberapa pegawai yang masih menunggu hasil swab ulang, guna dinyatakan negatif atau masih positif. Setelah itu, apotek bisa buka operasional kembali.
Edi mewanti-wanti, kerumunan orang pada suatu tempat atau kantor, karena menurut data satu dari sepuluh orang berkerumun adalah spreader atau pembawa virus Covid-19.
Makanya sering terjadi di perkantoran dan tempat tertutup lainnya.
“Kami menerapkan lock down lokal, bila ada disebuah institusi pemerintah maupun swasta yang salah satu pegawainya positif Covid-19. Untuk melakukan tracing kepada pegawai lainnya dan dilakukan penyemprotan disinfektan,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Sekda Kota Cirebon Agus Mulyadi menyampaikan, kontrak dua hotel yang digunakan untuk isolasi mandiri akan berakhir pada Bulan Desember ini. Padahal, kata dia, angka kasus positif Covid-19 di Kota Cirebon belum juga melandai.
“Melihat tren belakangan ini, kami akan evaluasi apakah akan diperpanjang lagi. Karena terkait juga dengan ketersediaan anggaran untuk tahun depan. Juga kesediaan hotel lain untuk disewa sebagai tempat isolasi mandiri,” tutupnya. (Agus)












































































































Discussion about this post