KOTA CIREBON, (FC).- Furqon Nurzama tanggapi dingin atas dikaitkannya pelaporan dirinya terhadap Ketua DPRD Kota Cirebon Affiati ke Badan Kehormatan (BK) dengan Walikota Cirebon Nashrudin Azis.
Menurutnya, hal tersebut merupakan isu murahan untuk menggaburkan permasalahan yang sebenarnya.
Furqon mengatakan, saat ini dirinya memang menjabat sebagai Sekretaris Pribadi (Sekpri) Walikota Cirebon.
Namun hal itu tidak bisa menghilangkan hak nya sebagai warga Kota Cirebon, untuk melaporkan Wakil Rakyat ke sebuah Badan yang khusus menangani tentang kode etik Anggota Dewan.
“Iya saya ini Sekpri, tapi kan tidak bisa menghilangkan hak pribadi saya dong sebagai warga Kota Cirebon. Saat mau melaporkan ke BK juga saya tidak ngomong dulu sama Pak Wali, jadi kenapa harus dikait-kaitkan dengan beliau (Walikota),” kata Furqon kepada FC, saat dihubungi melalui aplikasi pesan singkat, Jum’at (9/4).
Dirinya menambahkan, sebaiknya sekarang fokus saja terhadap substansi dari permasalahan ini. Terlebih lagi, Ketua BK Yuliarso sudah mengatakan ada aktor intelektual dibalik semua ini.
Bahkan, sambung Furqon, aktor Intelektual tersebut berasal dari Internal Dewan sendiri. Yakni, salah satu Anggota DPRD Kota Cirebon.
“Sudah fokus saja terhadap substansinya, kan Pak Yuli (Ketua BK) juga sudah bilang ada aktor intelektual, itu perkembangan yang bagus. Nah ini lah yang harus diusut tuntas oleh BK,” ungkap Furqon.
Sebelumnya, Walikota Cirebon, Nashrudin Azis membantah pelaporan Furqon terhadap Affiati atas instruksinya. Walaupun, Azis mengakui, bahwa Furqon saat ini sebagai Sekretaris pribadinya.
Azis tak habis pikir ada pihak-pihak yang mengaitkan dirinya dengan pelaporan Furqon ke BK DPRD. Termasuk mengaitkan jabatan Furqon di lingkungan balaikota.
Bahkan, Wali Kota bersumpah laporan tersebut bukan atas instruksinya. Karena pihaknya juga baru mengetahui kalau ada pelaporan Ketua Dewan ke BK.
“Saya punya Aspri, Walpri, dan Ajudan semua memiliki hak pribadi. Demi Allah, Demi Rasullulah saya tidak menginstruksikan. Dan saya juga gak bisa melarang setiap orang yang dekat dengan saya untuk menggunakan hak pribadinya. Saya juga baru tahu sekarang,” kata Azis. (Muslimin)
















































































































Discussion about this post