KOTA CIREBON, (FC).- Dalam masa pandemi Covid-19 mahasiswa dituntut berfikir kreatif dan berkreasi, mengingat pembelajaran akan dilakukan secara Daring atau online.
Hal ini dilakukan oleh sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam divisi IOT Himpunan Mahasiswa Teknik Informatika (HIMATIF) Universitas Catur Insan Cendekia (UCIC).
Divisi Internet Of Things (IOT) HIMATIF ini merancang sebuah alat yang dapat mengeluarkan hand sanitizer secara otomatis tanpa harus menyentuh alat tersebut.
Alat ini diberi nama Automatic Hand Sanitizer, yang diprakarsai oleh Ketua Divisi IOT Mochamad Iqbal Pratama bersama 3 temannya.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Marsani Asfi sangat mengapresiasi kreatifitas mahasiswanya yang sudah membuat hand sanitizer otomatis.
Baca juga: BKM UCIC Berikan Trauma Healing kepada Warga di Desa Slangit
“Pastinya saya sangat berterima kasih dan bangga terhadap anak-anak mahasiswa, ini merupakan suatu langkah yang baik,” kata Marsani Asfi kepada FC, Minggu (24/1).
Marsani melanjutkan, nantinya teknologi yang diciptakan ini akan langsung diterapkan pada internal kampus Universitas Catur Insan Cendekia (UCIC).
“Ini suatu teknologi yang baik dan memiliki impact yang positif, nantinya kita juga langsung akan menerapkannya,” jelasnya.
Di sisi lain, Kepala Program Studi Teknik Informatika Kusnadi mengatakan karya ini merupakan asli produk buatan mahasiswa.
“Ini produk buatan mahasiswa, ini juga merupakan langkah awal dan masih prototype yang nantinya akan dikembangkan lagi kedepannya,” jelasnya.
Baca juga: UCIC Akan Gelar Wisuda di Akhir Januari
Kedepannya akan ditambahkan sensor untuk mendeteksi suhu tubuh atau thermogun yang akan dipasang secara bersamaan. Selain itu juga ini merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat.
“Ini masih versi yang pertama, nantinya kita akan tambahkan alat pengukur suhu tubuh, jadi akan lebih praktis lagi, mungkin juga jumlah unitnya akan kita perbanyak,” lanjutnya.
Sementara itu, Mochamad Iqbal Pratama atau biasa dipanggil Iqbal mengatakan tujuan dari pembuatan alat ini adalah karena peduli terhadap masyarakat, masih banyak masyarakat yang memakai hand sanitizer harus menyentuh tutupnya.
“Namanya tempat umum kita tidak tahu seberapa banyak kuman atau virus yang menempe, jadi atas dasar tersebut kita buat hand sanitizer otomatis ini,” katanya.
Iqbal menjelaskan, alat ini dibuat dengan bahan-bahan yang praktis dan juga dengan budget yang murah. Meskipun begitu alat ini juga sudah dapat digunakan.
“Kita hanya keluar budget sebanyak 125 ribu rupiah, dan alat ini juga kita rakit dengan bahan-bahan yang mudah untuk ditemukan,” ungkapnya.
Iqbal mengungkapkan, proses pembuatan alat ini memakan waktu kurang lebih satu bulan, hal ini dikarenakan terdapat beberapa kendala.
“Kita selesaikan kurang lebih satu bulan, ada beberapa kendala, contohnya seperti alat yang kita beli secara online itu membutuhkan waktu pengiriman, selain itu juga masih adanya jadwal kuliah,” tandasnya. (Sakti)
Baca juga: BKM UCIC Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Puting Beliung











































































































Discussion about this post