KUNINGAN, (FC).- Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Kuningan, Ustadz Dadan Rohmatun Ramdan Lc, menilai musibah alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh harus dimaknai sebagai peringatan serius bagi seluruh elemen bangsa untuk melakukan muhasabah dan memperbaiki hubungan manusia dengan alam.
Menurut Ustadz Dadan, bencana bukan sekedar peristiwa alam yang datang tiba-tiba, melainkan momentum refleksi atas berbagai kebijakan dan perilaku manusia yang berpotensi merusak keseimbangan lingkungan.
“Dalam perspektif keimanan, setiap peristiwa di alam semesta tidak terjadi secara kebetulan. Ada hukum sebab-akibat yang bekerja, dan ada pelajaran moral serta spiritual yang harus digali,” ujar Ustadz Dadan dalam keterangannya, Jumat, (12/12).
Ia mengingatkan bahwa alam diciptakan dalam kondisi seimbang. Ketika manusia melampaui batas melalui eksploitasi berlebihan, alih fungsi lahan yang tidak terkendali, serta kebijakan yang abai terhadap lingkungan, maka keseimbangan itu akan terganggu.
“Kerusakan ekologis hari ini tidak lahir tiba-tiba. Banyak bencana sejatinya merupakan akumulasi dari kelalaian manusia, termasuk keputusan-keputusan publik yang tidak berpihak pada kelestarian lingkungan,” katanya.
Ustadz Dadan menekankan bahwa bencana seharusnya tidak hanya disikapi dengan rasa duka, tetapi juga dijadikan pintu masuk evaluasi menyeluruh, terutama bagi para pemegang kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa jabatan dan kekuasaan adalah amanah yang memiliki konsekuensi besar terhadap keselamatan masyarakat dan lingkungan.
“Satu kebijakan yang salah arah bisa menciptakan kerentanan luas. Karena itu, amanah kepemimpinan harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab,” tegasnya.
Meski demikian, Ustadz Dadan menyebut muhasabah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.
Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan melalui tindakan-tindakan sederhana namun berdampak besar, seperti tidak merusak alam dan berani bersuara terhadap praktik-praktik yang merugikan lingkungan.
Ia berharap, musibah yang terjadi dapat menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan kesadaran ekologis, serta memperbaiki sistem mitigasi bencana dan kebijakan lingkungan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Kuningan.
“Alam telah memberi peringatan. Tinggal bagaimana manusia mau mendengar dan berubah. Muhasabah ini bukan hanya untuk mereka yang jauh di sana, tetapi juga untuk kita semua, termasuk di Kuningan,” pungkas Ustadz Dadan. (Angga)










































































































Discussion about this post