Yudi menegaskan, sebagaimana didengungkan oleh para ulama di berbagai belahan penjuru dunia, penyebaran virus kali ini harus disikapi atau ditanggapi dengan muhasabah diri dari segala bentuk kelalaian hidup.
Perbaikan-perbaikan tingkah laku harus dilakukan sebagai bentuk pertaubatan kepada yang pemilik seluruh alam beserta isinya yaitu Tuhan Yang Maha Esa.
“Cuci tangan jangan sebatas mencuci lahir, tapi harus tembus sampai relung-relung bathin. Upaya lahiriah ini hanya sebagai siloka atau simbol yang harus direnungkan, karena saat ini banyak ulah tangan manusia yang kotor dan merusak,” pungkasnya. (Sopandi)











































































































Discussion about this post