KOTA CIREBON, (FC).- Kota Cirebon pada bulan Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 108,76.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Kota Cirebon yang dilansir dari cirebonkota.bps.go.id pada Kamis (18/8), dari 7 kota pantauan IHK di Provinsi Jawa Barat, semua kota mengalami inflasi.
Inflasi tertinggi terjadi Kota Depok sebesar 0,71 persen dengan IHK 113,30 sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Cirebon sebesar 0,36 persen dengan IHK 108,76.
Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Sebaliknya, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran.
Dari 11 kelompok pengeluaran, 9 kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dan 2 kelompok pengeluaran lainnya tidak mengalami perubahan indeks.
Berdasarkan infografis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon, tercatat inflasi Kota Cirebon lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi Jawa Barat dan Nasional.
Andil penyumbang inflasi periode ini masih didominasi oleh kelompok volatile food.
Terdapat 5 komoditas penyumbang utama inflasi Kota Cirebon di bulan Juni 2022 yaitu vabai merah sebesar 0,07 persen, Bawang Merah 0,05 persen, Mie Kering Instan 0,04 persen, Ketoprak 0,03 persen, dan Cabai Rawit sebesar 0,03 persen.

Dalam rangka menjaga inflasi tetap berada pada sasaran yang ditetapkan, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. (Andriyana)















































































































Discussion about this post