MAJALENGKA, (FC).- Setiap kali menjelang perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), sejumlah pedagang bendera merah putih beserta umbul-umbul mulai bermunculan.
Pedagang bendera merah putih seakan berlomba-lomba menjajakan barang dagangannya di sejumlah titik di pinggir jalan protokol dan menargetkan masyarakat pengendara yang kebetulan melintas. Salah satunya Toni Hermawan, pria yang mengaku sudah sejak 2016 lalu setiap tahunnya berjualan bendera.
Saat berbincang dengan awak media, Toni mengaku penjualan bendera merah putih menjelang Hari Kemerdekaan ke-78 Republik Indonesia masih sepi pembeli. Ia berjualan sejak 26 Juli 2023.
Lokasi lapak dagang Toni sendiri, berada di Jalan raya Jatiwangi – Cigasong Majalengka.
“Sampai saat ini mah masih sepi pembeli, baru beberapa saja yang terjual,” ujar Toni saat kembali berbincang pada, Minggu (6/8).
Kendati demikian, per harinya Toni sudah bisa mendapatkan penghasilan sebesar Rp1 juta, sejak hari pertama berjualan. Bendera-bendera yang paling sering dibeli sendiri, ukuran 80 sentimeter atau yang paling murah sebesar Rp 25 ribu.
Toni memprediksi, peningkatan daya beli masyarakat untuk membeli bendera, akan terjadi sekitar tanggal 7 Agustus nanti.
“Besok mulai ramai, tanggal 7 Agustus. Setiap tahunnya memang awal pekan Minggu pertama mulai ramai,” ucapnya.
Toni merinci, selain menjual bendera paling kecil dengan harga Rp 25 ribu, ia juga menjual berbagai ukuran bendera.
Di mana, harga paling mahal berada diangka Rp 300 ribu, baik bendera atau jenis umbul-umbul sekaligus backdrop.
Ia mengakui, bahwa setiap tahun selalu berjualan bendera merah putih secara musiman. Setiap tahunnya dengan berjualan selama tiga minggu, Toni biasanya meraup omzet hingga Rp 15 juta.
“Saya jualan biasanya sampai tanggal 16 Agustus 2023 nanti, setiap tahun dapat Rp 15 juta. Tapi enggak tahu sekarang, karena sepi, semoga besok sudah ramai,” jelas dia.
Masih disampaikan Toni, tahun ini menyediakan sekitar 2.000-an potong bendera. Ia datang dari Garut bersama 5 rekannya. Sejak tahun 2016 itu lah, Yuda selalu berjualan di jalan raya Jatiwangi – Cigasong.
“Saya sejak tahun 2016 di Majalengka berjualan bendera bareng datang dari Garut, ada 5 orang. Kenapa di Majalengka, karena di sini peluangnya lebih besar. Udah lama juga di sini, udah tahu peluang potensinya,” katanya. (Munadi)














































































































Discussion about this post