KAB. CIREBON, (FC).- PT Jasa Raharja (Persero) Kabupaten Cirebon mencatat klaim asuransi di tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu dalam periode yang sama. Korban kecelakaan lalulintas di wilayah Cirebon didominasi usia pelajar atau mahasiswa yakni dengan rentan usia 11-25 tahun.
Penanggung jawab klaim PT Jasa Raharja, Kantor Pelayanan Palimanan, Kabupaten Cirebon, Kevin Wirahadi mengatakan, Jasa Raharja mencatat hingga 2024 penyaluran dana santunan kecelakaan lalulintas mengalami peningkatan hingga mencapai Rp45 miliar. Jika dibandingkan periode yang sama dengan tahun 2023.
“Untuk tahun 2024, kami menyalurkan santunan sebesar Rp45 miliar, itu untuk santunan luka-luka maupun meninggal dunia. Jadi perbandingan 2023 dan 2024 itu kalau tingkat angka kecelakaan menurun, tapi untuk fatalitas nya meningkat peningkatan klaim yang terjadi 8-9 persen,” kata Kevin, Rabu (19/2/2025).
Menurut Kevin, untuk kontribusi penyaluran asuransi 60 persen untuk meninggal dunia, 40 persen biaya perawatan medis. Untuk korbannya campuran ada sepeda motor, mobil dan ada truk. “Untuk kecelakaan paling tinggi terjadi didominasi oleh kendaraan sepeda motor dengan usia kategori pelajar,” ucapnya.
Dikatakan Kevin, Jasa Raharja Cirebon sudah bekerjasama dengan sejumlah rumah sakit di Cirebon untuk percepatan layanan korban kecelakaan lalulintas dan menekan fatalitas korban.”Selain memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat yang mengalami musibah kecelakaan lalulintas. Jasa Raharja juga tetap konsisten dalam tindakan preventif dan upaya-upaya tindakan pencegahan kecelakaan dengan bersinergi stakeholder dalam implementasinya melalui rampchek ini,” ujarnya.
“Selain itu juga terus konsisten melakukan upaya pencegahan kecelakaan dengan terlibat langsung dalam forum keselamatan berlalu lintas di kalangan pelajar,” tambahnya.
Meski ada penurunan angka kecelakaan lalulintas, hanya saja lanjut Kevin pihaknya tetap menekankan agar tingkat fatalitas kecelakaan bisa diminimalisir melalui upaya edukasi – edukasi keselamatan. “Ada penurunan angka kecelakaan lalulintas tapi tujuan kami untuk tahun ini yaitu menekan angka fatalitas kecelakaannya. Jadi, akibat kecelakaannya itu, yang cedera ya sifat cederanya itu dari luka-luka, tapi kemudian sekarang ini banyak yang langsung meninggal dunia, jadi fatalitas nya meningkat,” papar Kevin.
Dari dua bulan terakhir di tahun 2025, Kevin menyebut angka fatalitas untuk korban meninggal dunia itu sampai dengan Februari ini sudah 50 orang meninggal dunia. Dibandingkan tahun sebelumnya hanya 38 orang di periode yang sama yaitu awal tahun 2024. “Faktornya masih belum ada tingkat kesadaran dari masyarakat dalam keselamatan berlalulintas. Jadi kita harus melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah karena banyaknya korban kecelakaan itu lebih banyak di umur-umur pelajar. Jadi kami meningkatkan sosialisasi kepada pelajar-pelajar agar lebih meningkatkan keselamatan dalam berlalulintas,” tandasnya.
Adapun besaran nilai klaimnya, Kevin menyebut tidak ada perubahan kalau untuk santunan luka-luka Jasa Raharja akan memberikan santunan sebesar 20 juta maksimal untuk penggantian biaya pengobatan dan perawatan kepada pihak rumah sakit. Untuk korban meninggal dunia akan diberikan santunan 50 juta untuk alih waris, sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku.
“Kalau untuk korban meninggal dunia, kami memberikan korban alih waris, yaitu janda atau dudanya yang sah, anak maupun orang tuanya itu juga harus dalam ruang lingkup jaminan jasa raharja, yaitu kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan,” pungkasnya. (Johan)













































































































Discussion about this post