Jalur Pendakian Gunung Ciremai Ditutup Sementara, Pedagang Keluhkan Tidak Ada Pemasukan
MAJALENGKA, (FC).- Penutupan seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Ciremai di Kabupaten Majalengka mulai Minggu (6/9) turut dirasakan oleh para pedagang yang selama ini menggantungkan penghasilan dari ramainya aktivitas pendakian.
Salah satunya Euis, pedagang di Pos Pendakian Gunung Ciremai via jalur Trisakti Sadarehe, Desa Payung, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.
Euis yang biasa dijuluki ‘Ibu Rimba’ berharap penutupan jalur pendakian tidak berlangsung lama.
“Ini kan pos pertama namanya rimba, nah pendaki suka bilang saya ibu rimba. Nah, kalau penutupan, jangan lama-lama ditutupnya, soalnya saya nggak ada pemasukan selain berjualan di sini,” kata Euis, Minggu (6/9).
Lebih jauh Euis mengatakan, dirinya tidak setiap hari berjualan di kawasan pendakian. Ia biasanya membuka warung pada Sabtu dan Minggu, tanggal merah, atau ketika jumlah pendaki sedang ramai. Dia jualan mie,gorengan, hingga aneka makanan dan minuman sederhana lainnya.
“Saya tidak berjualan setiap hari, buka warung hanya hari Sabtu dan Minggu saja atau pas tanggal merah, kalau tidak pas momen-momen saat pendakian ramai saja,” ujarnya.
Menurut Euis, berjualan di Pos Trisakti Sadarehe juga membutuhkan biaya transportasi. Ia menyebut ongkos ojek untuk membawa barang dagangan dari rumah ke pos ini sekitar Rp50 ribu sekali jalan.
“Berat di ongkos kalau ke sini dari rumah. Sekali berangkat kalau sewa ojek Rp50 ribu karena bawa barang-barang. Kalau bolak-balik Rp100 ribu,” ucapnya.
Di luar aktivitas berjualan di jalur pendakian, Euis sehari-hari bekerja sebagai petani sayuran.
“Mata pencaharian saya di luar berjualan adalah bertani sayuran,” katanya.
Meski berharap jalur pendakian segera dibuka kembali, Euis juga mengingatkan para pendaki untuk ikut menjaga kawasan Gunung tertinggi di Jawa Barat itu dari potensi kebakaran. Ia meminta pendaki tidak membuang sampah sembarangan, khususnya puntung rokok, serta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Pesannya jangan sampai buang sampah sembarangan, terutama buang rokok. Bekas rokok dijaga, jangan sampai ada bakar-bakaran di atas,” pungkasnya.
Penutupan seluruh jalur pendakian Gunung Ciremai tersebut dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Penutupan berlaku hingga kondisi risiko kebakaran dinyatakan aman.
Dasar penutupan Surat Edaran Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: SE.4/KSDAE/SKSDAE/KSA.02.02/B/08/2026 tanggal 31 Agustus 2026 tentang Penutupan Sementara dan Pembukaan Secara Terbatas Wisata Pendakian Gunung di Kawasan Suaka Alam.
Lalu, Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor: 116/KH.02.04.03/ASDA EKBANG tanggal 30 Agustus, 2026 tentang Larangan Pendakian Gunung/Hutan di Wilayah Jawa Barat Selama Musim Kemarau. (Munadi)


Tinggalkan Balasan