“Jadi kita masyarakat harus hidup sehat. Hidup sehat tidak harus mahal. Jadi mulai dari kebersihannya dan makanannya harus yang bergizi,” tukasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Enny Suhaeni mengatakan, perbaikan gizi sejak dini ini merupakan langkah yang dinilai efektif untuk menurunkan angka stunting di Kabupaten Cirebon. Karena di Kabupaten Cirebon saat ini 7,9 persen atau sekitar 14ribu jiwa.
“Yang jelas hari gizi tahun 2020 di Kabupaten Cirebon ini sasarannya adalah remaja yang kurang lebih jumlahnya 89 ribu orang, dan itu semua belum patuh untuk minum tablet tambah darah,” kata Enny Suhaeni usai mengikuti pembukaan hari gizi.
Menurutnya, mengapa pihaknya membentuk duta remaja di setiap Puskesmas, supaya kata Enny, mereka ikut mengedukasi serta memberikan konseling ke para remaja lainnya untuk selalu minum obat tambah darah. Karena dari 89 ribu itu baru 61 persen yang patuh minum tablet tambah darah.
“Makanya hari ini kita sengaja sekaligus mengadakan seminar untuk para remaja supaya dengan diberi materi mereka akan mengedukasi teman-temannya disekolah masing-masing,” ungkap Enny.
Diharapkan dengan intervensi yang pihaknya lakukan mulai dari remaja dengan meminum tablet tambah darah, mereka pada saat nanti menikah (bukan nikah dini), tetapi menikah sesuai dengan umur yang sudah siap.











































































































Discussion about this post