KUNINGAN, (FC).- Dalam momentum peringatan Hari Ayah Nasional yang jatuh pada 12 November, Kepala Divisi Humas dan Dakwah Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Ustad Imam Nur Suharno, mengajak para ayah di Indonesia untuk memahami kembali peran penting mereka di tengah tantangan era digital.
Menurutnya, menjadi ayah di masa kini tidak hanya tentang memberi nafkah atau mendidik anak secara konvensional, tetapi juga tentang bagaimana menjadi teladan moral dan spiritual di tengah derasnya arus informasi tanpa batas.
“Di era digital saat ini, menjadi ayah tidaklah mudah. Banyak tantangan yang harus dihadapi, mulai dari pengaruh media sosial hingga akses informasi yang tidak terkontrol. Namun dengan memahami peran dan tanggung jawab sebagai ayah, kita bisa menjadi contoh yang baik bagi anak-anak kita,” ujar Ustad Imam Nur, Rabu (12/11).
Ia menyoroti tiga tantangan utama yang kini dihadapi para ayah, yakni pengaruh media sosial, akses informasi yang tidak terkontrol, dan kurangnya interaksi langsung dalam keluarga.
Ketiganya, kata dia, dapat berdampak besar terhadap pembentukan karakter anak apabila tidak disikapi dengan bijak.
“Media sosial bisa menjadi sumber nilai yang keliru bila tidak diawasi. Teknologi pun membuat anak-anak lebih sibuk dengan layar dibanding berbicara dengan orang tuanya. Maka ayah harus hadir, bukan hanya fisik, tetapi juga secara emosional dan digital,” jelasnya.
Meski begitu, Ustad Imam Nur menegaskan bahwa era digital tidak selalu membawa dampak negatif. Justru di dalamnya terdapat peluang besar bagi para ayah untuk berperan aktif dalam mendidik anak dengan cara yang relevan dan modern.
“Kita bisa menggunakan teknologi untuk mengajarkan nilai-nilai agama, menonton tayangan edukatif bersama, atau bermain gim yang mendidik. Teknologi harus menjadi sarana mendekatkan, bukan menjauhkan,” ujarnya.
Ia pun memberikan sejumlah tips praktis bagi para ayah agar mampu menjalankan perannya secara efektif di era digital, di antaranya dengan menetapkan batasan waktu dan konten, memantau aktivitas online anak, serta menjadi contoh penggunaan teknologi yang bijak.
“Anak-anak meniru perilaku orang tuanya. Kalau kita sebagai ayah menggunakan teknologi secara bertanggung jawab, anak pun akan belajar hal yang sama,” tambahnya.
Imam juga mengingatkan pesan agama yang menegaskan tanggung jawab besar seorang ayah dalam keluarga.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. At-Tahrim ayat 6 dan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim: setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.
“Peran ayah bukan sekadar simbol kepala keluarga, tapi penjaga nilai dan arah kehidupan anak-anaknya. Tantangan digital boleh besar, tapi peluang membentuk generasi beriman dan cerdas juga semakin terbuka,” tutupnya.
Melalui refleksi Hari Ayah ini, Ustad Imam Nur berharap para ayah di Indonesia dapat menjadi figur yang hadir penuh cinta dan tanggung jawab, baik di dunia nyata maupun dunia digital dengan membimbing keluarga menuju masa depan yang cerdas, berakhlak, dan beriman.(Angga/FC)
















































































































Discussion about this post