KOTA CIREBON, (FC).- Resesi global yang diprediksi mengancam di tahun depan, membuat banyak orang mulai ancang-ancang mengamankan aset finansialnya.
Investasi menjadi salah satu solusinya. Tetapi, banyak orang yang masih bingung memilih investasi apa yang tepat menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Pimpinan Cabang PT. Equityworld Futures Cirebon (EWF) Cirebon, Ernest Firman mengatakan, Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK), khususnya komoditi Emas menjadi salah satu solusi investasi yang akan tetap bersinar di tengah resesi.
“Karena komoditi emas adalah sektor yang paling diminati oleh masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun,” jawab Ernes kepada FC pada Jumat (16/12).
Ernes mengatakan hal itu berdasarkan data dari Bursa Efek Jakarta, dimana komoditi Emas menempati volume tertinggi pada transaksi perdagangan berjangka komoditi.
“Sekitar 80 sampai 90 persen itu di transaksi komoditi emas. Jadi masih jadi favoritnya orang Indonesia dagang emas itu,” ungkapnya
Ancaman resesi akan menjadi momen peralihan aset-aset investasi atau aset-aset dagang bagi orang-orang yang bergerak di finansial trading.
“Jadi kalau di keuangan lain pada deg-degan nunggu resesi seperti apa, bisnis agak stagnan dulu, nah orang pada memindahkan dananya ke aset safe haven, aset yang paling aman, yaitu emas.” Tandas Ernes.
Aset save haven adalah instrumen investasi yang mampu menjaga nilainya di tengah perekonomian tidak stabil.
“Kalau resesi di seluruh dunia kita bawa duit, gak laku nilainya. Tapi kalau bawa emas, mau dijual dimanapun juga bisa. Itu adalah pengganti duit kita sebenarnya,” jelas Ernes.
Pelaku pasar memperoleh keuntungan dari naik turunnya harga emas yang dipengaruhi berbagai faktor.
Salah satu yang mempengaruhi pergerakan harga emas sepanjang tahun 2022 ini antara lain kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika (The Fed) dan konflik perang Rusia-Ukraina.
“Waktu Februari – Maret, ada perang Rusia Ukraina, itu mengangkat harga emas dari level standar dibuka di USD 1.700 – USD 1.800 dollar per troy ons mengangkat sampai level USD 2.070 troy ons,” ungkap Ernes.
Selain itu, momen Imlek juga turut mempengaruhi pergerakan harga emas. “Di awal tahun kemarin ada momen Imlek, banyak dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk market, terutama emas,” kata Ernes.
Dan saat ini, jelang momen Imlek tahun 2023, lanjut Ernes, para pelaku pasar kembali ramai melakukan transaksi perdagangan komoditi emas di tengah harga menurun.
“Mudah-mudahan down serendah-rendahnya. Karena kita menunggu momen Imlek 22 Januari. Dari yang saya pelajari dari tahun ke tahun, dari 1 Desember sampai Imlek itu, komoditi terutama emas mengalami kenaikan 50 sampai 100 poin. Jadi sekarang ini lagi rame dimanfaatkan para pelaku pasar,” ujarnya.
Sementara itu, perdagangan berjangka komoditi sepanjang 2022, perusahaan pialang berjangka PT. Equityworld Futures Cirebon mencatat volume transaksi 12.000 lot dengan nilai transaksi mencapai Rp30 miliar.
“Untuk kuartal IV ini kita totalnya kurang lebih hanya sekitar 2.000 lot,” ujarnya. (Andriyana)














































































































Discussion about this post